• Jumat, 1 Juli 2022

Persoalan Nenek Agnes Kende Membuktikan, Masih Ada "Maling" Yang Berseragam Polisi

- Senin, 14 November 2016 | 06:15 WIB
Pengerjaan Proyek Drainase Oleh PT. Menara Armada Pratama Tidak Tuntas
Pengerjaan Proyek Drainase Oleh PT. Menara Armada Pratama Tidak Tuntas

  • Kapolres Manggarai Harus Bertanggung Jawab
  • Mengembalikan Uang Bukan Berarti Persoalan Selesai

Borong, FE. Persoalan yang menimpa keluarga nenek Agnes kende, rupanya menarik perhatian beberapa pemerhati, Niko Martin kepada media ini mengatakan " Secara pribadi  saya sangat sesalkan dengan kinerja kepolisian Polres Manggarai, ini sangat Buruk dan mecoreng Wibawah Kepolisian Republik Indonesia. Kapolres Manggarai Harus bertanggung jawab terhadap Persoalan ini. Kapolda atau Kapolri Segera Mencopot Polres Manggarai" Ujar Niko.

Lebih Lanjut Niko Mengatakan " Persoalan ini menggambarkan kinerja Kapolres Manggarai yang sangat Buruk, awalnya mereka berargumrntasi bahwa uang itu cuma Rp 25.200.000, tetapi belakangan mereka mengakui bahwa Uang itu sebanyak Rp. 50.400.000, persoalan ini tidak saja pada aspek pengembalian uang milik nenek Agnes Kende, tetapi ini sudah pada persoalan hukum, nyatanya dia sudah mencuri uang orang tanpa melalui prosedur - prosedur yang ditentukan dalam proses penggrebakan seperti itu. Untung saja ada keterbukaan dari Nenek Agnes sehingga beberapa kelompok bisa membantu mengadvokasi termasuk dari LBH Manggarai raya, kalau tidakkan polisi ambil dan dia nikmati itu uang. Penyitaan uang nenek Agnes tanpa diikuti berita acara penyitaan dan kategori ini dinamakan kategori Ilegal dan itu sama dengan kita mengambil barang orang tanpa meminta dan itu sama dengan mencuri berkedok seragam polisi " Tandas Niko.

-
Finsen Mendrofa

Sebelumya Finsen Mendrofa selaku Pengacara dan CEO di WFA & Associates Mengatakan ” Seharusnya Keluarga Nenek Agnes Bisa meminta Ganti Rugi kepada Oknum yang melakukan penyitaan tersebut, sifatnya seperti Praperadilan dan KUHAP mengatur hal tersebut, artinya kita menguji sah atau tidaknya penyitaan tersebut, uang tersebut dikembalikan dengan cara cara preman, ambil, kemudian digelapkan dan dikembalikan dan itu namanya cara preman, kita patut menduga bahwa uang itu sudah disalah gunakan dari beberapa bulan yang lalu, pasti nenek ini merasa dizolimi, kalau perlu lapor balik saja penyidiknya, artinya melapor balik dikarenakan saat menyita penyidik tersebut tidak menunjukan surat perintah untuk menyita, nenek bisa melapor dengan tuduhan penggelapan terhadapa uang tersebut, Oknum yang menyita uang tersebut saat itu tidak melekat jabatannya sebagai penyidik karena informasinya dia menyita uang tidak disertakan dengan surat perintah penyitaan Oknum polisi yang menggunakan cara ini adalah Oknum polisi dengan Cara preman dan diluar dari sistem hukum kita, ini bisa kita kategorikan ada upaya untuk menggelapkan uang nenek ini selama beberapa bulan, bayangkan kalau uang ini digunakan untuk berbisnis dan Oknum polisi seperti ini bisa kita sebut melaukan tindakan melawan hukum” Tutup Mandrofa

Sementara Wakapolres Manggarai Komisaris Polisi Tri Joko Biyantoro, kepada nusalale.com   menyebut polisi (Unit Jatanras) memang salah menyita barang bukti dalam penangkapan itu. “Uang yang tidak terkait dengan tindak pidana kita pulangkan pemiliknya. Memang ada kesalahan dalam kasus ini,” Ungkap Kompol. Tri Joko Biyantoro kepada awak media di Ruteng, Sabtu 12 November 2016 // Kontributor : AK-FE

Editor: Admin Flores Editorial

Tags

Terkini

X