Setnov Harap Indonesia-Amerika Semakin Mesra

- Jumat, 9 Desember 2016 | 16:34 WIB
ilustrasi hamil
ilustrasi hamil

Jakarta. Ketua DPR RI Setya Novanto menerima kunjungan kehormatan Pelaksana Tugas (Plt) Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Mr. Brian McFeeters di Ruang Tamu Delegasi Ketua DPR, Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Kamis (8/12). Kepada Mr. Brian McFeeters, Setnov sapaan akrab ketum Golkar itu mengaku memberikan selamat atas terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS melalui Pemilu yang sangat demokratis. Setnov juga berharap hubungan antara Indonesia dengan Amerika Serikat bisa semakin membaik dengan terpilihnya Trump tersebut. "Indonesia menyambut positif hasil pemilu presiden Amerika Serikat yang demokratis, dan mengharapkan kerja sama yang lebih erat antara Indonesia dan Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump," katanya. Terlebih, menurutnya sejak tahun 2010, hubungan antara Indonesia-Amerika Serikat sebenarnya sudah terjalin. Hubungan yang komprehensif itu menurutnya diperkuat saat kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke AS bulan Oktober 2015 lalu. Karenanya Setnov berharap hubungan baik itu masih bisa terus dijalankan oleh pemerintahan Donald Trump. "Bagi kami, AS adalah mitra penting untuk bidang perdagangan, misalnya, total ekspor Indonesia ke AS pada 2015 sekitar 16,24 miliar dolar AS, sebagian besar adalah ekspor nonmigas sekitar 15,03 miliar dolar AS. AS saat ini masih menjadi pasar utama ekspor nonmigas bagi Indonesia," paparnya. Sekalipun, lanjutnya, tak sedikit masyarakat Indonesia yang khawatir jika Donald Trump jadi presiden AS. Namun Setnov mengaku dirinya tetap berprasangka baik bahwa di bawah pemerintahan AS yang baru akan tetap menjaga hubungan baik kedua negara. Apalagi, tambahnya, Indonesia merupakan negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia yang berhasil menciptakan demokrasi yang relatif stabil. Dengan begitu, dia berharap pemerintahan Trump dapat menggunakan Indonesia sebagai soft power yang menginspiriasi dunia. Selanjutnya, AS dan Indonesia, sebagai negara demokrasi terbesar kedua dan ketiga, dapat berkolaborasi mempromosikan nilai-nilai perdamaian yang membawa kesejukan bagi dunia. Utamanya berkaitan dengan keamanan di kawasan regional, AS dan Indonesia kiranya juga dapat terus bekerja sama terutama dalam upaya pemeliharaan perdamaian dan stabilitas keamanan. Lebih lanjut Setnov juga menekankan soal keberadaan diaspora Indonesia di AS, dengan segala potensi yang dimilikinya, dapat diandalkan untuk turut memperkuat kerja sama Indonesia-Amerika Serikat. "Diaspora Indonesia saat ini memberikan kontribusi yang positif, baik terhadap AS maupun Indonesia," pungkasnya //Golkar

Editor: Admin Flores Editorial

Tags

Terkini

Capai UHC, Jadi Kado HUT-15 Kabupaten Manggarai Timur

Kamis, 1 Desember 2022 | 10:42 WIB

4 Rumah Warga Borong Hangus Terbakar

Kamis, 24 November 2022 | 17:03 WIB

Ini Jadwal Kapal Seputar NTT Kamis 24 November 2022

Rabu, 23 November 2022 | 19:58 WIB
X