• Jumat, 27 Mei 2022

Pansus ‘Mandul’ DPRD Manggarai Barat

- Sabtu, 30 Oktober 2021 | 09:16 WIB
86CB465A-390E-4D47-A384-D4833451FD95
86CB465A-390E-4D47-A384-D4833451FD95

Labuan Bajo, Floreseditorial.com - Pro kontra pembentukan Panitia Khusus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Pansus DPRD) kabupaten Manggarai Barat (Mabar) dalam rangka optimalisasi Pajak daerah dan Retribusi Daerah dinilai ‘Mandul’ dan hanya sebatas seremonial belaka. Wakil Ketua DPRD kabupaten Manggarai Barat, Marsel Jeramun, dalam pemberitaan media online Baranewsaceh.co tertangal 28 Oktober 2021 mengatakan Pansus tersebut awalnya dibentuk untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten Manggarai Barat melalui sektor pertambangan. “Namun, Pansus gagal paham terhadap fokus kerjanya,” katanya. Ia juga mengatakan bahwa kerja Pansus terkait optimalisasi Pajak Galian C mandek bahkan jalan ditempat. Sementara Plt. Sekertaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) kabupaten Manggarai Barat, Stefan Jemsifroni saat dihubungi wartawan media ini melalui pesan WhatsApp justru mengirim beberapa foto SK pembentukan Panitia Khusus tersebut. Dalam SK yang ditetapkan pada tanggal 31 Mei 2021 tersebut dicantumkan nama 8 orang anggota DPRD kabupaten Manggarai Barat dengan komposisi anggota. Namun, ditemukan sebuah kejanggalan dalam SK Pansus DPRD Mabar itu. Pasalnya dalam SK tersebut, tidak dicantumkan nama ketua Pansus dan perangkat Pansus. Media ini pun menanyakan kejanggalan SK tersebut, namun Stefan Jemsifroni menjawab bahwa memang dalam SK tidak disebutkan nama ketua, Ia justru mengarahkan media ini untuk minta tanggapan Ketua DPDR kabupaten Manggarai Barat terkait kejanggalan SK tersebut. "Dalam SK Pansus memang tidak ada ketua Pansusnya, sehingga untuk memastikan hal ini ada baiknya langsung koordinasi dengan pa Ketua Bapak Marten Mitar", kata Stefan, Sabtu ( 30/10/2021). Sementara Ketua DPRD kabupaten Manggarai Barat, Marten Mitar pun bungkam perihal SK pansus tersebut. Marten Mitar tidak menghiraukan isi pesan media ini, meski pesan tersebut telah Ia baca.
-
Lampiran SK Pansus DPRD Manggarai barat yang tidak mencantumkan Komposisi perangkat Pansus. (Foto: Ist) Untuk diketahui, mengacu pada undang-undang No 17 tahun 2017 tentang MD3, Panitia khusus (Pansus) merupakan alat kelengkapan DPRD yang bersifat tidak tetap. Panitia Khusus sendiri dibentuk berdasarkan kebutuhan guna membahas masalah-masalah tertentu yang berkembang di masyarakat atau timbulnya kondisi darurat yang perlu mendapat perhatian pemerintah. Pansus dibentuk dan ditetapkan dengan keputusan DPRD berdasarkan persetujuan Rapat Paripurna setelah mendengar pertimbangan Badan Musyawarah, hasil konsultasi Pimpinan DPRD dengan Alat Kelengkapan DPRD dan/atau memperhatikan rencana kerja tahunan DPRD. Jumlah anggota Panitia Khusus ditetapkan dengan mempertimbangkan jumlah anggota setiap komisi yang terkait dan disesuaikan dengan program/kegiatan serta kemampuan anggaran DPRD. Anggota Panitia Khusus terdiri atas anggota komisi terkait yang diusulkan oleh masing-masing fraksi. Sedangkan pimpinan Panitia Khusus terdiri atas Ketua, Wakil Ketua dan Sekretaris Panitia Khusus yang dipilih dari dan oleh anggota dalam Rapat Panitia Khusus yang dipimpin oleh Pimpinan DPRD. Panitia Khusus dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh Sekretariat DPRD. Masa kerja Panitia Khusus paling lama 1 kali masa persidangan dan dapat dibentuk kembali untuk 1 kali penugasan yang sama. Laporan: Roby

Editor: Admin Flores Editorial

Tags

Terkini

Jerman Longgarkan Aturan Masuk Terkait COVID-19

Kamis, 26 Mei 2022 | 06:00 WIB

Konvoi Pembalap Formula E Di Monas Dibatalkan

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:00 WIB
X