Oknum ASN Aktif Inspektorat Matim dan Kepsek SDI Helung Diduga Main Proyek Irigasi, Pagunya 1,6 Miliar

- Selasa, 2 November 2021 | 16:20 WIB
D15FE829-10DA-48F3-9D3C-3DFC80F5E4CD
D15FE829-10DA-48F3-9D3C-3DFC80F5E4CD

Borong, Floreseditorial.com - Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Inspektorat kabupaten Manggarai Timur (Matim), diduga kuat turut terlibat dalam proyek pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Wae Mama lll di kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Matim. Tak cuma dirinya, proyek yang dikerjakan oleh CV. Darnia Indah, dengan Pagu Anggaran sebesar Rp. 1.617.083.700 dan bersumber dari APBD Matim tahun 2021 itu dikerjakan oleh Kepala Sekolah Dasar Inpres (SDI) Helung, Baltasar Edar. Kabarnya, untuk menghindari kecurigaan, Kepsek Baltasar menggunakan Nama Adik Kandungnya sebagai direktur CV. Darnia Indah agar mulus mengerjakan sejumlah proyek. Salah seorang pekerja proyek yang urung namanya dimediakan, membenarkan perihal proyek pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Wae Mama lll yang dikerjakan oleh Kepsek Baltasar. “Semua keuangan, material pak Baltasar yang atur, material semen untuk proyek itu turun di rumahnya pak Baltasar,” kata sumber tersebut saat ditemui wartawan media ini di lokasi pengerjaan proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Wae Mama lll. Menurutnya, proyek tersebut dikoordinir oleh tiga orang. Dua diantaranya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN ) aktif. “Itu pekerjaan pemiliknya ada tiga orang, dua orangnya ASN, yaitu pak Baltasar Edar, Kepala Sekolah SD Inpres Helung. Satunya lagi Robi Jehadut ASN di Inspektorat Matim, sedangkan satunya yaitu Tadeus Nasa, Mantan Kepala Desa Arus”, katanya sembari menyebut agar namanya tidak dipublikasikan. Di desa Arus, sudah menjadi rahasia umum, jika kepsek Baltasar sering mengerjakan sejumlah proyek menggunakan CV. Darnia Indah. Pengakuan perihal proyek pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Wae Mama lll yang dikerjakan oleh Kepsek Baltasar juga dibenarkan oleh salah seorang anaknya saat dihubungi media ini melalui sambungan telepon pada Selasa (02/11/2021) malam. “Maaf ka’e saya Masih di Ruteng, pekerjaannya Bapak itu sudah selesai, silahkan kontak bapa saja,” katanya.
-
Mayoritas proyek tersebut dikerjakan menggunakan Batu Cadas. (Foto: FEC Media / Firman Jaya) Namun, saat dihubungi, nomor Handphone kepsek Baltasar sedang tak aktif. Untuk memenangkan sejumlah paket proyek, Kepsek Baltasar bekerjasama dengan seorang oknum pegawai di Inspektorat Matim yang diketahui bernama Robi Jehadut. Robi, diduga berperan sebagai pengawas lapangan untuk menghindari audit terhadap proyek yang dikerjakan oleh Kepsek Baltasar. Dihubungi pada Selasa malam, Robi membenarkan perihal Proyek tersebut. “Itu pekerjaan sudah selesai sekitar tiga hari yang lalu,” kata Robi. Namun dirinya irit bicara saat mengetahui yang menelepon dirinya adalah seorang wartawan. Penelusuran media ini di lokasi, proyek pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Wae Mama lll, dikerjakan menggunakan material yang tidak sesuai spesifikasi. Terpantau media, proyek tersebut menggunakan material pasir dari batu cadas. Sipri Berus (53), salah seorang warga yang ditemui media ini di lokasi, menjelaskan hampir 75% material menggunakan pasir dari batu cadas. “Pa wartawan bisa liat sendiri. Itu irigasi gunakan material dari batu cadas. Awalnya itu hari, mereka keruk batu cadas di saya punya tempat. Tapi tidak lama, karena saya cegat, akhirnya mereka gali batu cadas di lahan milik para pekerja,” katanya. Menurutnya, setiap pekerja menyediakan pasir dari batu cadas. “Lalu nanti pasirnya mereka jual lagi untuk kerja irigasi. Sehingga, selain pekerja proyek, mereka juga menyiapkan pasir dari batu cadas. Pasir tersebut lalu dicampur lagi dengan, pasir dari Wae Reno, hanya yang lebih banyak itu pasir dari batu cadas. Pa bisa liat sendiri di lokasi, kentara sekali batu cadasnya,” katanya. Menurutnya, ada sejumlah kejanggalan pada proyek pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Wae Mama lll. “Pak, kita ini pernah kontraktor juga, fondasi yang sebenarnya itu harus 40 Cm, tapi mereka hanya gali fondasi 10 Cm saja. Bahkan pada yang tidak gunakan fondasi sama sekali,” tukasnya. Untuk diketahui, kejanggalan lain dari proyek tersebut pun ditemukan. Berdasarkan data LPSE kabupaten Matim, proyek tersebut bersumber dari dana APBD tahun 2021. Namun dalam papan proyek yang di pajang di lokasi proyek, sumber Dana proyek tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2021. Laporan: Firman Jaya

Editor: Admin Flores Editorial

Tags

Terkini

Sekjen Partai Berkarya Tepis Kisruh Internal

Jumat, 12 Agustus 2022 | 15:47 WIB

Waspada!! Ada Gereja Sesat di Manggarai

Jumat, 12 Agustus 2022 | 11:43 WIB

Polisi Awasi Kawasan Monas Antisipasi Balapan Liar

Jumat, 12 Agustus 2022 | 10:09 WIB

Lemkapi Harapkan Polri Segera Berantas Judi Daring

Jumat, 12 Agustus 2022 | 09:40 WIB
X