• Kamis, 26 Mei 2022

Didampingi Dr. Laurentius Ni Sebagai Kuasa Hukum, Doni Parera Laporkan Sejumlah Nama ke Polres Mabar

- Minggu, 7 November 2021 | 04:29 WIB
676BC337-DE6B-474E-BA32-FCF6EC0B5D75
676BC337-DE6B-474E-BA32-FCF6EC0B5D75

Labuan Bajo, Floreseditorial.com - Dionisius Parera atau yang lebih dikenal dengan nama Doni Parera, didampingi kuasa hukumnya, Dr. Laurentius Ni, S.H,M.H melaporkan beberapa orang ke Polres Manggarai Barat (Mabar) pada Sabtu (06/11/2021) kemarin. Laurentius Ni, dalam keterangannya kepada FEC Media menjelaskan, laporan itu terkait tuduhan kepadanya kliennya yang dituding sebagai provokator, yang diberitakan beberapa media online beberapa waktu lalu. “Persoalan ini, dimulai dengan beredarnya sebuah video berdurasi 38 detik, yang dibuat Doni Parera bersama sekelompok masyarakat adat Mbehal, saat kunjungan Presiden Jokowi ke Labuan Bajo, dengan agenda peresmian terminal multi fungsi beberapa waktu lalu,” kata Doktor Hukum itu. Menurut Laurentius, video yang dibuat kliennya itu ditujukan kepada para aktor Mafia tanah yang sedang diberantas oleh pemerintahan Jokowi, dan menurutnya saat ini telah merajalela beraksi di Labuan Bajo. “Dalam pandangan mereka, alas hak sertifikat lahan multifungsi, tidak benar, Karena tidak ditandatangani oleh fungsionaris adat yang sah. Dalam video berdurasi 38 detik itu Klien Saya bersama tokoh Masyarakat adat Mbehal menyampaikan pernyataan sikap bahwa masyarakat adat Mbehal tetap mempertahankan tanah leluhur mereka dari para mafia tanah yang ada di Labuan Bajo, dan akan mempertahankan sekuat kemampuan, walaupun dengan pertumpahan darah sekalipun,” kata Laurentius. Kata Laurentius, video itu ditujukan kepada Mafia tanah. Namun, kemudian, ada yang memberikan komentar tidak proporsional, merugikan kliennya, karena berisi fitnah den mencemarkan nama baiknya. Menurutnya, pernyataan di dalam Video tersebut, Kliennya tidak menyebutkan nama sesorang atau masyarakat adat tertentu dan hanya sebuah pernyataan sikap bahwa Masyarakat Adat Mbehal akan mempertahankan tanah leluhur mereka walau harus dengan pertumpahan darah sekalipun dari para Mafia tanah yang merebut atau mengambil hak-hak Mereka. Ditanyai perihal Isi Laporan di Polres Mabar, Dosen UNIKA St. Paulus Ruteng itu menjelaskan bahwa mereka melapor Pencemaran nama baik melalui media online. “Klien saya merasa dirugikan atas pemberitaan di beberapa media, sehingga sebagai penasehat hukum, kami melaporkan kasus ini ke Polres Mabar,” tambahnya. Pada bagian akhir wawancara Laurentius menegaskan bahwa masalah Ini diharapkan akan menjadi pembelajaran bagi semua pihak, agar lebih bijak dalam menilai satu peristiwa, memandang utuh sebuah persoalan. Terpantau media ini di Polres Mabar, Doni Parera didampingi Penasihat hukum Dr. Laurentius Ni, S.H., M.H. dan Hironimus Ardi, S.H. dari kantor Advokat & Konsultan Hukum "Dr. Laurentius Ni, S.H., M.H." melaporkan semua pihak yang telah memfitnah dirinya di media online. Beberapa nama yang dilaporkan adalah saudara AA, dari Forum Pemuda Terlaing, RJ, YA, dari terlaing, ML dari Rareng, dan MA dari Lancang yang telah menyebutkan Doni Parera sebagai Provokator. Laporan Doni Parera ke Polres Manggarai Barat itu diterima dengan Nomor Laporan Polisi: LP / B / 182 / XI / 2021 / SPKT / Res Mabar / POLDA NTT. Untuk diketahui, sebagaimana di atur dalam Pasal 310 KUHP dengan ancaman sembilan (9) bulan atau denda Rp. 4.500. Junto Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 58. Tambahan Lembaran Negara 4843, dalam Pasal 27 Ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2016. Tambahan Lembaran Negara Nomor 5952 dengan ancaman penjara enam (6) tahun atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000, (satu miliar rupiah).

Editor: Admin Flores Editorial

Tags

Terkini

Konvoi Pembalap Formula E Di Monas Dibatalkan

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:00 WIB

Tujuh Komisioner Baru KIP Diangkat Menkominfo

Jumat, 20 Mei 2022 | 22:02 WIB
X