• Minggu, 26 Juni 2022

Proyek Lapen Jalur Ladok-Koit-Watu Deruk Senilai 1,4 Miliar Dikerjakan Asal Jadi, Aspal Bisa Dicongkel Jari

- Kamis, 11 November 2021 | 02:48 WIB
IMG-20211111-WA0005
IMG-20211111-WA0005

Borong, Floreseditorial.com - Proyek pekerjaan lapisan penetrasi (Lapen), milik Dinas Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat (PUPR) Manggarai Timur (Matim) hampir dipastikan dikerjakan asal-asalan. Proyek dengan pagu anggaran sebesar Rp. 1.442.612.000 yang baru berusia beberapa Minggu itu nampak mulai mengalami kerusakan di beberapa titik. Tak cuma itu, buruknya kualitas proyek yang dikerjakan oleh CV. Sinar Teratai ini dapat dilihat dengan kasat mata. Selain pengerjaan yang diduga kuat tidak mengikuti ketentuan spesifikasi teknik, aspalnya pun sangat mudah lepas dan bisa dicongkel meski menggunakan jari tangan saja. Beberapa orang warga Kampung Ladok, Desa Rana Mbeling, Kecamatan Kota Komba Utara yang kecewa dengan kualitas pengerjaan ruas jalan tersebut pun meminta kesediaan media ini untuk melakukan pemantauan di beberapa titik di Lokasi proyek yang bersumber dari dana DAU itu. Ardi (32) warga setempat yang ditemui di lokasi, kepada Floreseditorial.com Kamis, (11/10/201) menyampaikan keresahannya terhadap buruknya kualitas proyek itu. "Kami kecewa dengan proyek ini. Coba lihat saja, lapen yang baru beberapa Minggu dikerjakan, sekarang sudah rusak, aspalnya sudah terkelupas, bisa dicongkel pakai jari tangan saja," katanya. Ia pun memperlihatkan beberapa titik yang aspalnya mudah dicongkel. "Nih pak coba liat," katanya sembari mencongkel aspal di ruas jalan tersebut. Senada disampaikan Anton (40). Menurutnya, proyek tersebut telah menelan miliaran anggaran daerah. Namun, sangat disayangkan kualitas proyek yang dikerjakan tak sesuai dengan besarnya anggaran yang digelontorkan daerah. "Coba lihat sendiri itu pak, banyak sekali yang sudah terkelupas aspalnya. Bahkan ada yang sudah retak juga. Karena aspalnya tipis sekali Pak. Tembok penahannya juga beberapa meter itu ada yang roboh padahal baru selesai dikerjakan, sepertinya menggunakan batu Cadas," ungkap Anton. Ia berharap agar dinas PUPR kabupaten Matim bisa memerintahkan kontraktor untuk mengerjakan ulang seluruh ruas jalan tersebut. Pantauan Floreseditorial.com di lokasi, terlihat kondisi aspal di beberapa titik sudah mulai retak dan terkelupas. Aspal di beberapa ruas jalan tersebut juga bisa dicongkel menggunakan jari. Tak hanya itu, tembok penahan tanah (TPT) di Lokasi tersebut juga retak, sehingga membuat air merembes ke badan jalan. Terlihat juga tumpukan pasir yang dikeruk dari batu cadas. Material batu cadas tersebut diduga digunakan oleh pekerja untuk membuat TPT. Hasil pantuan media ini bersama warga, fondasi dasar TPT tersebut hanya berukuran 5 cm saja, dibeberapa titik bahkan hanya dibaluti campuran semen yang sangat tipis. Sementara hingga berita ini di publikasikan, pihak CV Sinar Teratai dan dinas PUPR Matim belum berhasil dikonfirmasi media.   [video width="640" height="352" mp4="https://assets.promediateknologi.com/crop/0x0:0x0/750x500/photo/floreseditorial/2021/11/WhatsApp-Video-2021-11-11-at-09.39.17.mp4"][/video] Laporan: Firman Jaya

Editor: Admin Flores Editorial

Tags

Terkini

Kementan Pastikan Sapi Asal NTT Semuanya Aman

Sabtu, 25 Juni 2022 | 09:37 WIB

Ide Logo HUT RI Ke 77 Tahun 2022

Jumat, 24 Juni 2022 | 19:28 WIB
X