• Kamis, 26 Mei 2022

Ambruk Saat Dikerjakan, Proyek Pembangunan Puskesmas Senilai 7,6 Miliar di Mabar Tuai Sorotan

- Senin, 22 November 2021 | 14:15 WIB
2C568D37-5D0C-4CD6-BCA6-B69FD954BACA
2C568D37-5D0C-4CD6-BCA6-B69FD954BACA

Labuan Bajo, Floreseditorial.com - Proyek pengerjaan puskesmas Warsawe, desa Cunca Wulang, kecamatan Mbeliling, kabupaten Manggarai Barat (Mabar) sontak menjadi sorotan setelah ambruk pada Minggu (07/11/2021) lalu. Sejumlah kalangan pun menduga, ambruknya bangunan yang dikerjakan oleh PT. Putri Carissa Mandiri itu dikarenakan kesalahan perhitungan konstruksi bangunan oleh bagian perencanaan. Sorotan terhadap proyek dengan pagu 7.670.315.800,00 (Tujuh milar enam ratus tujuh puluh juta tiga ratus lima belas ribu delapan ratus rupiah) sontak memenuhi beranda media sosial seperti facebook. “Jangan hanya diperbaiki harus dibongkar ulang. Ini uang Negara bukan uang nenek moyang kalian, mau coba-coba, bangunan yang baru jangan tambal sulam, siapapun yang terlibat dalam pembangunan Puskesmas ini harus bertanggung jawab,bila perlu mereka menanggung kerugian akibat kejadian ini", tulis Akun Rius Baut di Group Facebook Jurnal Mabar, Minggu (21/11/ 2021). Sorotan juga disampaikan Rofinus Rabu. Dalam group facebook itu ia menuliskan bahwa proyek tersebut gagal. “Gagal tetapi anggaran habis, gagal menjamin mutu, uang rakyat ludes terbakar,” tulisnya. Sementara Tommy Eduard, Konsultan pengawas proyek pembangunan Puskesmas Warsawe, menjelaskan, pihaknya berasama tim dinas kesehatan Kabupaten Mabar, telah melakukan investigasi perihal robohnya bagian depan bangunan tersebut. Tak cuma itu, pihaknya bersama tim terkait memutuskan untuk merevisi beberapa bagian bangunan. "Kita merevisi dimensi balok dan menambah kolom tengah termasuk merubah ukuran besi,” ungkap Tommy Edwar kepada media ini di lokasi proyek pembanguan Puskesmas, Senin (22/11/2021).
-
Pengerjaan ulang bagian bangunan yang ambruk (Foto: FEC Media / Roby) Menurutnya, pekerjaan bagian bangunan yang roboh sudah selesai dikerjakan. "Sudah diperbaiki, awalnya bentangan balok itu posisinya tidak ada tiang penyangga, sehingga kami mempertimbangkan pangkuan beban dari atas maka diberi kolom dan kolom ini tidak berdiri di atas plat tetapi terus sampai ke fondasi,” katanya. Terkait pertimbangan secara teknisnya, katanya lebih lanjut, pihaknya telah berdiskusi dengan tim teknis yang diwakili oleh dinas PUPR Mabar. “Sudah kami diskusi, maka kesepakatannya seperti ini, kalau mutu pekerjaan tentu mengikuti spesifikasi yang ada,” tambahnya. Sementara Marianus Miu, salah seorang petugas proyek yang ditemui oleh media ini di lapangan mengatakan, ambruknya bagian bangunan terebut benar-benar diluar dugaan mereka. "Itu di luar dugaan kami sebagai pelaksana di sini, dan kami sudah memperbaiki dan berharap kejadian ini tidak terjadi lagi,” katanya. Menurutnya, patahan yang terjadi dikarenakan bentangan balok yang terlalu jauh dan tidak tidak miliki tumpuan. “Karena bebannya terlalu berat", ungkapnya. Untuk menilai kualitas proses pengerjaan tersebut, katanya, akan dilakukan dengan pengujian tes tekan atau hammer Test. "Nanti sesudah ini akan dilakukan pengujian dengan menggunakan tes tekanan atau Hammer Test,” tukasnya. Laporan: Roby

Editor: Admin Flores Editorial

Tags

Terkini

Konvoi Pembalap Formula E Di Monas Dibatalkan

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:00 WIB

Tujuh Komisioner Baru KIP Diangkat Menkominfo

Jumat, 20 Mei 2022 | 22:02 WIB
X