DPRD Matim Diminta Batalkan Rencana Beli Mobil Dinas Baru

- Jumat, 26 November 2021 | 03:02 WIB
PicsArt_11-26-10.59.48
PicsArt_11-26-10.59.48

Borong, Floreseditorial.com - Peneliti FORKOMA Manggarai Timur, Yergo Gorman, menyebutkan kebijakan pembelian 3 unit mobil pimpinan DPRD yang kini tengah menjadi sorotan sangat tidak populis dan tidak tepat. Menurut Yergo, DPRD merupakan representasi dari kepentingan rakyat Manggarai Timur seharusnya berpikir dan berjuang menyelesaikan persoalan-persoalan rakyat melalui kebijakan anggaran yang menyentuh kepentingan rakyat. Kebijakan pembelian 3 unit mobil pimpinan DPRD Manggarai Timur, kata Yergo, bertolak belakang dengan persoalan masyarakat Manggarai Timur seperti masalah infrastruktur jalan raya, air minum bersih, jembatan, listrik, yang seharusnya mendapatkan perhatian serius DPRD. “Sepatutnya rancangan kebijakan anggaran di DPRD tahun anggaran 2022 menjangkau persoalan rakyat yang memicu terjadinya kemiskinan ekstrim,” katanya. Dari aspek anggaran daerah, tatkala anggaran penyelenggaraan pembangunan daerah Kabupaten Manggarai Timur direfocusing untuk penanganan Covid 19 yang berdampak pada terbatasnya anggaran pembiayaan pembangunan terutama pada sektor infrastruktur. “Namun,pimpinan DPRD Manggarai Timur justru memproduksi kebijakan pembelian 3 unit mobil baru, kebijakan anggaran untuk pembelian mobil pimpinan DPRD yang baru adalah sesuatu yang konyol,” tambahnya. FORKOMA berharap para pimpinan DPRD Manggarai Timur membatalkan rencana pembelian 3 unit mobil tersebut dengan pertimbangan etika politik, sosial, regulasi, maupun postur anggaran daerah. “Kebijakan tersebut tidak populis dan bertolak belakang dengan persoalan aktual daerah saat ini,” tukasnya. Sebelumnya, Ketua DPRD Matim, Heseremias Dupa, menjelaskan, pengadaan mobil dinas baru tersebut penting karena mobil dinas yang digunakan saat ini sudah berusia delapan tahun "Karena di RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah,red) itu ada program pengadaan mobil. Mobil yang lama ini kan sudah delapan tahun,” kata Politisi PAN itu. Selain usia pakai mobil yang sudah lama, kondisi infrastruktur di beberapa daerah di Manggarai Timur seperti di wilayah Elar dan Elar selatan, mengharuskan pimpinan para wakil rakyat itu mengganti mobil mereka. “Kalau kami ke Elar, Elar selatan, itu pasti masuk bengkel pas pulang dan biaya operasionalnya kan lebih besar. Untuk mengurangi biaya perawatan yang terlalu besar, maka harus ada pengadaan mobil baru. Fasilitas ini tuntutan situasi dan kondisi. Masa kita ke elar dorong Mobil. Ketika di RKPD ada alokasi untuk pengadaan mobil, maka kita perjuangkan,” jelas Heremias.

Editor: Admin Flores Editorial

Tags

Terkini

Sekjen Partai Berkarya Tepis Kisruh Internal

Jumat, 12 Agustus 2022 | 15:47 WIB

Waspada!! Ada Gereja Sesat di Manggarai

Jumat, 12 Agustus 2022 | 11:43 WIB

Polisi Awasi Kawasan Monas Antisipasi Balapan Liar

Jumat, 12 Agustus 2022 | 10:09 WIB

Lemkapi Harapkan Polri Segera Berantas Judi Daring

Jumat, 12 Agustus 2022 | 09:40 WIB
X