• Minggu, 26 Juni 2022

Ditangisi Warga Lamba Leda Selatan, Bernadus Nuel Ikut Menangis

- Sabtu, 4 Desember 2021 | 02:45 WIB
6403A720-C8AF-48BA-9CD7-43AF9BD4FA5D
6403A720-C8AF-48BA-9CD7-43AF9BD4FA5D

Borong, Floreseditorial.com - Aliansi masyarakat Lamba Leda Selatan Kabupaten Manggarai Timur (Matim), yang merupakan Perwakilan masyarakat dari Desa Bangka Kuleng, Desa Bea Waek dan Desa Golo Rengket dan Satar Tesem, menggelar aksi damai di Halaman Kantor Bupati dan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manggarai Timur (Matim), Jumat, (03/11/2021). Mereka menuntut pemerintah daerah Manggarai Timur agar segera melakukan pembenahan jalan jalur Mano – Bajar yang kondisinya kini semakin memprihatinkan dan mengancam keselamatan warga setempat. Koordinator aksi, Pankrasius Y. Gandung mengungkapkan Pelebaran Ruas Jalan Mano – Bajar, telah membuat sebagian warga resah karena saat melakukan penggusuran, pemerintah tidak membangun Tembok Penahan hingga mengancam keselamatan pemukiman warga setempat.. “Hari ini kami datang mendesak pemerintah Manggarai Timur untuk segera memperbaiki jalan jalur Mano – Bajar yang saat ini tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisinya sangat rusak parah setelah penggusuran dan pelebaran beberapa bulan lalu”, ujarnya saat orasi di halaman kantor Bupati Manggarai Timur. Jumat, siang. Dalam orasinya, Ia mengungkapkan saat ini akses warga di empat Desa yang lalui jalur Mano – Bajar tersebut terhambat akibat kondisi jalan yang rusak. Sejumlah tuntutan pun mereka layangkan ke pemerintah di antaranya mendesak pemerintah Manggarai Timur untuk bertanggung jawab dan segera melakukan pembenahan jalan Mano – Bajar, selain itu mendesak pemerintah segera memperbaiki irigasi Tiwu Lewe yang terkena dampak menyusul penggusuran dan pelebaran jalur Mano – Bajar. Mereka juga mendesak pemerintah Manggarai Timur membuat tembok penahan tanah untuk delapan rumah di Dusun Bajar, Desa Bangka Kuleng yang terancam ambruk akibat penggusuran dan pelebaran jalan Mano – Bajar. Bahkan mereka mendesak DPRD mengevaluasi pagu anggaran paket penggusuran dan pelebaran jalan Mano – Bajar yang pagunya senilai Rp. 300.000.000-, (Tiga ratus juta rupiah). Selain dihadiri tokoh muda setempat, aksi tersebut juga dihadiri perwakilan orang tua yang turut menyampaikan jeritannya atas dampak pasca proyek tersebut. Terlihat, Daniel Ahing (75) salah seorang warga, menangis saat menyampaikan kekhawatirannya di halaman Kantor DPRD Matim, karena 8 unit rumah warga termasuk rumahnya terancam ambruk pasca proyek pelebaran jalan di wilayahnya. Melihat Hal itu, Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur Bernadus Nuel pun ikut menangis di teras depan kantor DPRD Matim saat menerima aspirasi masyarakat dari dapilnya itu dan berjanji akan menindaklanjuti aspirasi warganya. Sementara, kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Manggarai Timur, Yoseph Marto, usai berdialog dengan massa aksi menuturkan pemerintah secepatnya pihaknya akan menangani kondisi jalan tersebut. “Teknis operasionalnya kami akan turun ke lokasi untuk memastikan titik-titik rawan untuk ditangani. Hasil pantauan lapangan kemudian kami akan menentukan berapa biaya yang dibutuhkan”, kata Marto. Laporan: Angelus Durma

Editor: Admin Flores Editorial

Tags

Terkini

Kementan Pastikan Sapi Asal NTT Semuanya Aman

Sabtu, 25 Juni 2022 | 09:37 WIB

Ide Logo HUT RI Ke 77 Tahun 2022

Jumat, 24 Juni 2022 | 19:28 WIB
X