Termasuk Kasus Alkes Matim, Sepanjang Tahun 2021, Kejari Manggarai Tangani 4 Kasus Tindak Pidana Korupsi

- Kamis, 9 Desember 2021 | 09:22 WIB
E21CA73E-3E79-4EFA-82EE-6696CF07B08A
E21CA73E-3E79-4EFA-82EE-6696CF07B08A

Borong, Floreseditorial.com - Sepanjang tahun 2021, kejaksaan negeri Manggarai telah menangani sedikitnya 6 kasus tindak pidana korupsi di wilayah hukum Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur. Beberapa kasus tindak pidana korupsi yang ditangani di antaranya, kasus Tindak Pidana Korupsi pengadaan barang habis pakai dan reagentia pada dinas Kesehatan kabupaten Manggarai Timur, kasus Tindak Pidana Korupsi penyimpangan penggunaan Dana Desa Lemarang Tahun Anggaran 2017 s.d 2018, kasus Tindak Pidana Korupsi penyimpangan Dana BOS pada SMPN 1 REO dan kasus Tindak pidana korupsi penyimpangan dana PIP di SDI Wae Peci. Dalam kasus, tindak Pidana Korupsi pengadaan barang habis pakai dan reagentia pada dinas Kesehatan kabupaten Manggarai Timur dengan kerugian negara sebesar Rp 107.275.248,00 dengan Hasil putusan dengan pidana penjara selama 6 setengah tahun serta denda 50 juta rupiah subsidair 6 bulan penjara dan uang pengganti sebesar Rp 107.275.248, subsidair pidana penjara selama 2 (dua) tahun dengan terdakwa FR merupakan DPO sejak 2015 dan berhasil ditangkap pada tahun 2021. Sementara dalam kasus tindak Pidana Korupsi penyimpangan penggunaan Dana Desa Lemarang Tahun Anggaran 2017 s.d 2018, kejaksaan menetapkan 2 terdakwa yaitu DS selaku kepala desa dan KR selaku bendahara desa. Dalam kasus ini, negara mengalami kerugian sebesar Rp 229.972.566. Sementara dalam kasus tindak Pidana Korupsi penyimpangan Dana BOS pada SMPN 1 REO dengan 2 Terdakwa yaitu HN selaku Kepala Sekolah dan MA, selaku Bendahara. Dalam kasus ini Negara mengalami kerugian sebesar Rp. 839.401.569,00 dan terdapat pengembalian sebesar Rp 453.085.000,00. Kasus ini, MA dipidana penjara selama 3,5 tahun dam denda sebesar Rp 100.000.000,00 subsidair 6 bulan pidana kurungan dan Uang pengganti Rp 253.531.419,00 subsidair 1 tahun pidana penjara. Sementara HN, dipidana Penjara selama 2 Tahun dan denda sebesar Rp 50.000.000,00 subsidair 2 bulan kurungan dan uang pengganti sebesar Rp 25.973.000,00 subsidair 6 bulan penjara. Sementara dalam Tindak pidana korupsi penyimpangan dana PIP di SDI Wae Peci dengan terdakwa MN dengan kerugian keuangan negara sebesar Rp 97.875.000,00 , terdakwa dipidana penjara selama 1,5 tahun dengan denda sebesar Rp 50.000.000,00 subsidair  2 bulan kurungan dan uang pengganti sebesar Rp 97.875.000,00 subsidair 6 bulan pidana penjara. Kajari Manggarai Bayu Sugiri, dalam keterangan yang diterima media ini menjelaskan, Kejaksaan Negeri Manggarai sebagai lembaga penegakan hukum di dalam penanganan tindak pidana korupsi dilaksanakan dengan paradigma penanganan perkara yang berkualitas dan berorientasi penyelamatan keuangan negara serta tindak pidana khusus lainnya sesuai dengan sasaran strategis yang telah ditetapkan  dalam Rencana Strategis Kejaksaan RI tahun 2020-2024. “Maka upaya peningkatan keberhasilan penyelesaian perkara tindak pidana korupsi dan peningkatan pengembalian asset serta kerugian negara menjadi sasaran utama kami sebagaimana ditegaskan dalam Perintah Jaksa Agung Republik Indonesia,” kata Bayu, Kamis (09/12/2021). Menurutnya, pihaknya memprioritaskan Langkah-langkah preventif (pencegahan) dengan melakukan tindakan pengawasan eksternal dan memberikan kegiatan sosialisasi, penerangan atau penyuluhan hukum, pemberian pendampingan atau pengawalan terhadap kegiatan pembangunan daerah hukum Kejaksaan Negeri Manggarai. (FEC/Red)

Editor: Admin Flores Editorial

Tags

Terkini

Sekjen Partai Berkarya Tepis Kisruh Internal

Jumat, 12 Agustus 2022 | 15:47 WIB

Waspada!! Ada Gereja Sesat di Manggarai

Jumat, 12 Agustus 2022 | 11:43 WIB

Polisi Awasi Kawasan Monas Antisipasi Balapan Liar

Jumat, 12 Agustus 2022 | 10:09 WIB

Lemkapi Harapkan Polri Segera Berantas Judi Daring

Jumat, 12 Agustus 2022 | 09:40 WIB
X