• Jumat, 27 Mei 2022

Kantraktor Proyek Lapen Toe Wangkal - Sambor Bantah Dituding Kabur

- Jumat, 17 Desember 2021 | 02:45 WIB
IMG-20211217-WA0014
IMG-20211217-WA0014

Ruteng, Floreseditorial.com - Kamarudin, Kontraktor CV. Putra Regina, yang mengerjakan lapisan penetrasi (Lapen) jalur Toe Wangkal-Sambor membantah dirinya kabur terkait pekerjaan ruas jalan tersebut. Dirinya membantah informasi yang disampaikan warga perihal dirinya yang dituding tidak bertanggungjawab atas pekerjaan. “Saya tidak kabur. Saya selama ini masih melanjutkan pekerjaan di lapangan,” katanya. Ia membenarkan bahwa selama beberapa hari terakhir, memang tidak ada pengerjaan di lokasi karena para pekerja sedang izin untuk mengikuti acara keluarga. “Kemarin tanggal 15 Desember kami sudah melanjutkan pekerjaan yang belum tuntas," ujar Kamaruddin kepada media ini, Kamis (16/12/2021). Sebagai kontraktor pelaksana, katanya lebih lanjut, tentunya Ia menginginkan agar pekerjaan itu selesai secepatnya. “Namun kami menghadapi beberapa kendala di lapangan seperti sulitnya lokasi, curah hujan yang cukup tinggi dan ada pekerjaan jembatan Wae Dara yang terkadang menghambat pendropingan material, karena masih ada timbunan tanah di sekitar jembatan yang membuat kendaraan pengangkut material susah melintas," ungkapnya. Ia juga menyampaikan, dirinya bertanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan itu. Terkait upah tenaga kerja pengangkut material yang belum dibayar, Ia menjelaskan bahwa dirinya sudah bertemu dengan para pekerja untuk membahas persoalan upah. “Sesuai perjanjian kami sebelumnya bahwa upah pekerja akan dibayar pada tanggal 24 Desember. Itu sudah disepakati oleh para pekerja,” imbuhnya. Sebelumnya diberitakan, pengerjaan proyek Peningkatan Jalan Lapisan Penetrasi (Lapen) SP. Toe Wangkal-Sambor, di wilayah Desa Kajong, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, NTT, menjadi sorotan warga setempat. Kabarnya, bos CV. Putra Regina, selaku kontraktor pelaksana proyek dengan pagu anggaran sebesar Rp 1.407.138.000 itu telah pergi meninggalkan pekerjaan yang hingga saat ini belum selesai dikerjakan. Tak cuma itu, upah sejumlah tenaga kerja pengangkut material di lokasi proyek tersebut hingga saat ini belum dibayar oleh pihak kontraktor. "Tolong disampaikan progres pengerjaan proyek di wilayah kami ini ke dinas terkait pak. Sampai sekarang proses pekerjaan proyek mandek, tidak tahu kenapa. Para pekerja juga belum bayar dan material sama sekali belum lengkap", ujar warga yang enggan dimediakan namanya saat dihubungi wartawan, Rabu (15/12/2021) siang. Laporan: Valerius Isnoho

Editor: Admin Flores Editorial

Tags

Terkini

Jerman Longgarkan Aturan Masuk Terkait COVID-19

Kamis, 26 Mei 2022 | 06:00 WIB

Konvoi Pembalap Formula E Di Monas Dibatalkan

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:00 WIB
X