• Minggu, 26 Juni 2022

Dugaan Mark Up Harga Bibit Ternak Sapi di Matim, Kadis Nohos Klaim Sudah Sesuai Peraturan Bupati

- Sabtu, 18 Desember 2021 | 00:34 WIB
C7975909-4D56-4B84-B898-A69DF9CC127E
C7975909-4D56-4B84-B898-A69DF9CC127E

Borong, Floreseditorial.com -  Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) Maximus Jujur Nohos membantah pemberitaan yang diterbit di media Floreseditorial.com edisi 12 Desember beberapa hari lalu tentang "Muslihat Bantuan Sapi di Negeri sante kaut".

Kepada wartawan, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten  Manggarai Timur  Maximus Jujur Nohos menegaskan bahwa, pihaknya tidak melakukan mark up harga terhadap proyek pengadaan ternak atau Mengaktori Mafia Bantuan Sapi. Menurut Maxi, tudingan mark up harga perekor ternak itu tidak benar.

Dia menjelaskan, ternak yang telah didistribusikan ke setiap kelompok masyarakat  penerima ternak sebanyak 83 Kelompok yang tersebar di Manggarai Timur sudah melalui mekanisme dan tahapan berdasarkan aturan yang berlaku pada pengadaan Pengadaan Barang/Jasa.

Dia merincikan Tahun 2021 Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai Timur dalam  program pengadaan ternaknya  mengalokasikan ternak kerbau berjumlah 10 ekor, ternak  sapi sebanyak 112 ekor dengan rincian, 96 ekor betina dan 16 ekor sapi jantan dan ternak kambing bibit sebanyak 640 ekor dengan rincian jantan 80 ekor Jantan bibit  dan betina 560 ekor betina bibit.

Menurutnya, harga satuan EKOR ternak yang digunakan standar satuan harga  mengacu pada standarisasi  harga yang dtetapkan melalui Peraturan Bupati no 76 tahun 2021.

"Anggaran ternak sapi sebesar Rp.783.200.000. Dengan rincian, harga sapi jantan 16 ekor berdasarkan Hasil Penawaran Penyedia  sebesar, Rp.7.850.000 per ekor, sehingga total harga sapi jantan sebesar, Rp. 125.600.000. Kemudian harga sapi betina  hasil penawaran Penyedia  sebesar Rp.6.850.000 per ekor sebanyak 96 ekor, sehingga totalnya sebesar, Rp.657.600.000," kata Kadis Maxi kepada Wartawan di Borong, Kamis 16/12/2021.

Dia mengungkapkan, kelompok penerima ternak sapi sebanyak 15 kelompok sedangkan, ternak kerbau sebanyak 2 kelompok, dan ternak kambing sebanyak 63 kelompok.

"Penetapan Harga satuan Ternak  sebelum ditetapkan dengan  peraturan Bupati  sudah melalui mekanisme  pembahasan pada rapat KUAPPAS bersama DPRD Matim. Setelah itu ditetapkan  APBD. Selanjutnya, kami menginput kepada aplikasi  SIRUP (Sistem informasi rencana umum pengadaan) untuk menginformasikan kepada Publik tentang semua Pengadaan,” jelasnya.

"Sekali lagi saya meluruskan atas tudingan berkaitan dengan ukuran ternak sapi yang berukuran kecil. Dia menegaskan, bahwa spesifikasi yang digunakan oleh Dinas Peternakan untuk ternak berdasarkan Permentan no 54 tahun 2006 . Dalam peraturan itu, tinggi badan sapi jantan berukuran 106 cm, panjang nya 108 cm. Sedangkan, sapi betina tinggi bedanya 94 cm, panjangnya 89 cm. Ini merupakan standar minimal untuk sai bali tipe/kelas 3," tambah dia.

Halaman:

Editor: Admin Flores Editorial

Tags

Terkini

Kementan Pastikan Sapi Asal NTT Semuanya Aman

Sabtu, 25 Juni 2022 | 09:37 WIB

Ide Logo HUT RI Ke 77 Tahun 2022

Jumat, 24 Juni 2022 | 19:28 WIB
X