Warga Ungkap Sejumlah Proyek Fiktif Mantan Kades Welu, Negara Dirugikan Hampir 2 Miliar

- Jumat, 24 Desember 2021 | 10:51 WIB
Picsart_21-12-24_18-47-31-155
Picsart_21-12-24_18-47-31-155

Ruteng, Floreseditorial.com - Sejumlah warga Lujang, Desa Welu, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Manggarai (Kejari) di  Ruteng, pada Jumat (24/12/2021) pagi. Kedatangan warga tersebut untuk menyerahkan dokumen laporan atas temuan dugaan korupsi Dana Desa (DD) yang diduga dilakukan mantan kepala desa Welu periode 2013-2019, Siprianus Patria. Kepada wartawan, Bonavasius Sudir, salah seorang perwakilan warga yang ketika itu ikut menghantar laporan ke Kejari Manggarai mengatakan laporan yang dilayangkan terkait sejumlah temuan yang diduga kuat masuk dalam kategori tindak pidana korupsi dalam proses pengelolaan Dana Desa (DD) melalui sejumlah program. "Ada sejumlah program pemerintah desa sejak tahun 2017-2020, yang kita duga kuat dalam proses pelaksanaannya terdapat ketimpangan yang mengarah ke tindak pidana korupsi," ujarnya kepada media, di halaman Kantor Kejari Manggarai, Jumat pagi. Seperti dalam laporan, sebut dia, untuk sejumlah program pemerintah desa (Pemdes) anggaran Tahun 2017 seperti Proyek Pembukaan jalan raya lintas kampung Rangat menuju kampung Lujang pada tahun 2017 dengan pagu anggaran senilai Rp 133,036,600. "Masyarakat tidak pernah mengetahui sama sekali jalan mana yang dibangun karena dalam kenyataannya tidak ada jalan yang dibangun dari dusun Rangat ke dusun Lujang," ujarnya. Selain itu, program tahun 2017 itu juga ditemukan data terkait pembangunan Drainase dan plat beton di dusun Welu dengan pagu anggaran senilai Rp 192,250,800. Kemudian, Pembangunan TPT dan rabat beton di dusun Toak dengan pagu anggaran senilai Rp 93,719,600 dan Pembangunan Sarana Air Minum Bersih di dusun Lujang dengan pagu anggaran senilai Rp 125,000,000. "Lagi-lagi masyarakat tidak mengetahui lokasi pembangunan drainase di dusun Welu itu dan lokasi pembangunan drainase di dusun Toak juga tidak diketahui masyarakat. Silahkan untuk dicek langsung. Lalu, tidak ada pengerjaan Air Minum bersih di Dusun Lujang kecuali lokasi mata air tersebut pernah disurvei tetapi tidak dikerjakan," ungkapnya. Demikian pula dengan program di tahun anggaran 2018, jelasnya, sejumlah program pemdes seperti; Kegiatan Pembangunan Sarana Air minum bersih dengan pagu anggaran senilai Rp 31,889,900; Kegiatan pembangunan GAPURA dan tanda batas desa dengan pagu anggaran senilai Rp 6,000,000; Kegiatan Pembangunan saluran drainase dengan pagu anggaran senilai Rp 66,261,640; Kegiatan Pembinaan ketentraman dan ketertiban dengan pagu anggaran senilai Rp 38,400,000; Kegiatan Pembinaan Pemuda dan Olahraga dengan pagu anggaran senilai Rp 26,328,306; Kegiatan Tim Penggerak PKK dengan pagu anggaran senilai Rp 41,40,306; Kegiatan Pemberdayaan Ekonomi masyarakat Desa dengan pagu anggaran senilai Rp 118,555,000; Penyertaan Modal Desa senilai Rp 123,000,000; Biaya Operasional Organisasi Pengurus Air Minum bersih dengan Pagu anggaran senilai Rp 24,600,000. "Masyarakat tidak mengetahui program-program itu," jelasnya. Selanjutnya, jelas dia, untuk program anggara tahun 2019, ditemukan data Penyelenggaraan Posyandu (Makan tambahan, kis bumil, Lansia dan Insentif, lansia dan Insentif) pada tahun 2020 dengan pagu anggaran senilai Rp 68,902,000 dan masyakarat tidak mengetahui Lansia yang mana dan kapan pelaksaan kegiatan pemberian makanan Tambahan yang dimaksud, Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengadaan/Sarana/Prasarana Posyandu/Polindes/PKD dengan pagu anggaran senilai Rp 158,385,560 di dusun Lujang namun fasilitas tidak dikerjakan,  Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan jalan Usaha tani dengan pagu anggaran senilai Rp 357,196,010 tapi nyatanya tidak ada proyek pengerasan jalan di desa Welu selama ini; Pembangunan/Peningkatan/Rehabilitasi/Pengerasan jalan Lingkungan Permukiman dengan pagu anggaran senilai Rp 73,977,760, juga masyarakat tidak mengetahui jalan di dusun mana yang dimaksudkan dari poin nomor 4 ini; Pembangunan TPT dan Rabat Beton menuju Perkuburan umum di Dusun Lujang yang dalam perencanaan akan dikerjakan dan materialnya sudah turun di lokasi tetapi sampai materialnya hilang proyeknya tidak dikerjakan; TPT didepan rumah bapak Bernadus Wagung yang direncanakan akan dibangun dengan panjang 12m, juga material sudah turun di lokasi tetapi pengerjaannya tidak dilaksanakan; Stapak dari rumah bapak Marselinus Toa (dusun Lujang) yang dalam perencanaannya akan dibangun dengan panjang sampai 110 sama sekali tidak terealisasi sementara material sudah ada di lokasi, Pembangunan jalan Stapak di dusun rangat tepatnya di kampung Jengok yang dalam perencanaannya akan dibangun dengan panjang 130m, tidak dikerjakan; Pembangunan air minum bersih di dusun toak tepatnya di rua (wae wejang maras)mangkrak. Sementara, untuk anggaran tahun 2020, sejumlah program proyek seperti; Penyelenggaraan posyandu makanan tambahan,Kis Bumil Lamsia,Insentif dengan pagu anggaran senilai Rp 125,115,500 tatapi masyarakat tidak mengetahui adanya kegiatan pemberian makanan tambahan selama ini di desa Welu dan tidak adanya data lansia yang menerima bantuan dari desa,  Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan sumber air bersih milik desa dengan pagu anggaran senilai Rp 17,359,500, masyarakat tidak mengetahui air minum bersih yang dimaksud lokasinya di dusun mana; Biaya Operasi Pengurus Air Minum bersih senilai Rp 10,000,000, air minum bersih yang mana karena pembangunan air minum bersih yang dianggarkan dari dana desa di dusun Lujang seperti Temek Tompok, Tengku Nenu sama sekali tidak dikerjakan; dan Pembuangan WC kelompok di dusun Lujang sudah DI PHO tetapi kondisi dilapangan masih Belum dikerjakan. "Sebagai masyarakat yang cinta dengan Manggarai, kami harapkan kepada pihak Kejaksaan Negeri Manggarai untuk menindaklanjuti laporan kami," tukasnya. Untuk diketahui, berdasarkan data yang diperoleh media, temuan warga atas program paket proyek desa tersebut pada anggaran 2017 sebesar Rp 544.007.000; tahun anggaran 2018 sebesar Rp 439.175.152, tahun anggaran 2019 sebesar Rp 658.461.330 dan tahun anggaran 2020 sebesar Rp152.475.000. Jika dijumlahkan secara keseluruhan, maka temuan itu mencapai angka Rp 1.794.118.482. Hingga berita ini ditayangkan, media ini belum berhasil meminta konfirmasi mantan kepala desa Welu berkaitan laporan atas temuan warga ke Kejari Manggarai itu.

Editor: Admin Flores Editorial

Tags

Terkini

Sekjen Partai Berkarya Tepis Kisruh Internal

Jumat, 12 Agustus 2022 | 15:47 WIB

Waspada!! Ada Gereja Sesat di Manggarai

Jumat, 12 Agustus 2022 | 11:43 WIB

Polisi Awasi Kawasan Monas Antisipasi Balapan Liar

Jumat, 12 Agustus 2022 | 10:09 WIB

Lemkapi Harapkan Polri Segera Berantas Judi Daring

Jumat, 12 Agustus 2022 | 09:40 WIB
X