• Rabu, 29 Juni 2022

Heboh Polantas Hukum Pengendara Pasang Telinga di Kenalpot Racing, Begini Penjelasan Kasat Lantas Polres Matim

- Jumat, 31 Desember 2021 | 04:14 WIB
Picsart_21-12-31_12-04-50-095
Picsart_21-12-31_12-04-50-095

Borong, Floreseditorial.com - Kepolisian Resort Manggarai Timur (Polres Matim) melalui Kasat Lantas Polres Matim, IPTU Gusti Putu Sabhanugraha akhirnya memberikan tanggapannya tentang video viral terkait penindakan terhadap oknum pelanggar lalu lintas di Borong, Kabupaten Manggarai Timur. Gusti menjelaskan, video yang kini viral dan telah beredar tersebut merupakan kegiatan imbauan dalam rangka menciptakan rasa aman menjelang tahun baru yang dilaksanakan pada Rabu (29/12/2021) lalu di desa Golo Mongkok, Desa Watu Mori, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Matim. “Saat itu kita tengah melaksanakan patroli keliling, untuk menciptakan rasa aman menjelang perayaan tahun baru. Salah satu agendanya adalah menertibkan banyaknya pengendara yang menggunakan kenalpot racing,” kata Gusti saat menggelar konferensi pers di Polsek Borong, Jumat (31/12/2021) pagi. Menurutnya, imbauan pelarangan penggunaan kenalpot racing dilakukan mengingat banyaknya keluhan masyarakat tentang penggunaan kenalpot Racing yang kini semakin marak. “Saat kegiatan tersebut, yang bersangkutan melintas, tanpa menggunakan helm,” imbuhnya. Ia menjelaskan, polisi lalu menghentikan yang bersangkutan. "Saat dihentikan, mesin motor yang bersangkutan mati, polisi lalu mengarahkan yang bersangkutan agar menggunakan helm dan menghidupkan mesin motor, dan saat itu ketauan bahwa yang bersangkutan menggunakan kenalpot racing,” imbuhnya. Sesaat setelah menghidupkan motornya, ada gerakan refleks yang bersangkutan menunduk untuk mendengar sendiri bunyi motonya. “Disaat bersamaan, ada sebuah mobil melintas dengan kecepatan tinggi, sehingga seorang petugas polisi reflek ke arah korban untuk melindungi korban karena ada mobil yang melintas,” katanya. Ia menjelaskan, tak ada niat petugas untuk menendang ataupun memukul korban seperti yang telah ramai diberitakan. “Itu benar murni refleks ingin menyelamatkan dia,” tukas. Dihubungi terpisah, Efrem Etno (17), pengendara sepeda motor yang ditindak polisi membenarkan bahwa saat itu dirinya dihentikan petugas karena dirinya tidak menggunakan helm. “Waktu itu memang saya tidak pakai helm, polisi lalu menahan saya,” kayanya. Ia turut membantah kabar yang beredar bahwa dirinya ditendang oknum polisi. (FEC/Red)    

Editor: Admin Flores Editorial

Tags

Terkini

Petinju Asal NTT Menang di Arab Saudi

Selasa, 28 Juni 2022 | 14:05 WIB

Puluhan Remaja Afrika Selatan Tewas di Klub Malam

Selasa, 28 Juni 2022 | 10:10 WIB

Apa Saja yang Dibahas dalam KTT G7 di Jerman?

Senin, 27 Juni 2022 | 13:15 WIB

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Tiba di Jerman

Senin, 27 Juni 2022 | 12:03 WIB
X