Psikolog: Angka Bunuh Diri Akan Meningkat di Tahun 2022

- Minggu, 2 Januari 2022 | 05:47 WIB
FC11AE8B-8664-4752-8BE1-3726895113F3
FC11AE8B-8664-4752-8BE1-3726895113F3

Borong, Floreseditorial.com - Di awal tahun 2022, warga Manggarai Timur (Matim) dihebohkan dengan peristiwa bunuh diri Siswi SMA Negeri X Borong.

Sejumlah informasi perihal penyebab di balik aksi nekad siswi yang diketahui bernama Siska itu pun perlahan terungkap ke Publik. Korban, diduga kuat mengalami depresi karena rusaknya satu unit Laptop milik seseorang yang Ia sapa dengan sebutan mama Ti.

Terkuaknya hal ini diketahui melalui surat yang dituliskan oleh korban sebelum memutuskan mengakhiri hidupnya.

Dalam salinan surat dengan Tajuk Neka Hemong Baca Buat Mama Ti (Untuk Mama Ti Jangan Lupa Dibaca), korban menuliskan,  Mama Ti Neka Rabo Ai Poli Rusak Laptop Dite. Tapi mama Ti, eme rusak laku laptop Hitu, ho gi aku mata ribokn ga, tapi eme toe laku, Tama ngaji semoga dia Kole laptop Dite (Mama Ti, jika saya menjadi penyebab rusaknya laptop Mu, sekarang saya sudah Mati, tapi jika bukan karena saya, semoga laptop itu bisa normal kembali,red).

Sementara Praktisi Psikologi Pada Yayasan Mariamoe Peduli, Jefrin Haryanto, menjelaskan semua tentu kecewa karena tahun 2022 dibuka dengan kasus bunuh diri di kalangan remaja.

“Berita ini jadi tamparan yang serius bagi banyak pihak, karena lagi-lagi kita kecolongan” kata Jefrin saat dihubungi media ini, Minggu (02/01/2022).

Menurutnya, situasi seperti ini akan semakin memburuk karena tingkat stress sosial di masa pandemi meningkat, anak-anak tumbuh dalam pola asuh yang tidak kondusif, hubungan antara anak dengan otoritas yang lebih dewasa seperti orang tua, guru berjarak.

Anak, kata Jefrin, cenderung mencari jalan keluar sendiri dari masalahnya karena merasa lonelyness. Kesepian, kesendiriaan, kehilangan komunitas adalah satu dari banyak situasi yang menggoda anak untuk mengambil keputusan jalan pintas.

“Sekali lagi anak yang melakukan tindakan bunuh diri itu bukan karena ingin mati, tetapi ingin keluar dari masalah. Soalnya adalah anak-anak kehilangan tempat berbagi cerita, berbagi masalah bahkan bahu untuk bersandar karena kerekatan sosial kita yang semakin memudar. Orang asyik dengan dirinya sendiri dan mengabaikan orang lain,” katanya.

Halaman:

Editor: FEC Media

Tags

Terkini

4.642 Personel Gabungan Amankan Sidang Tahunan 2022

Selasa, 16 Agustus 2022 | 08:52 WIB
X