• Jumat, 1 Juli 2022

Polemik Pengklaiman Tanah Milik Abidin di Nanga Baras, Laurensius Amin Turut Jadi Korban

- Kamis, 13 Januari 2022 | 13:44 WIB
IMG_20220113_214547
IMG_20220113_214547

Borong, Floreseditorial.com -- Polemik pengklaiman tanah milik Abidin secara sepihak oleh kelompok yang mengatasnamakan Gereja Stasi Baras, Paroki Pota, Kelurahan Nanga Baras, Kecamatan Sambi Rampas, terus mendapat sorotan. Pasalnya, sekelompok orang yang mengatasnamakan Greja Stasi Baras tersebut juga dinilai dalang pencemaran nama baik dari mantan ketua Stasi Baras atas nama Laurensius Amin. Dikatakannya, kelompok tersebut menuding bahwa dirinya telah melakukan jual beli tanah tersebut atas nama Stasi Baras. "Mereka menuduh saya bahwa tanah tersebut sudah beli oleh Gereja Stasi baras. Pada hal saya tidak tau apa-apa sejak bukan dewan Stasi lagi. Kalau memang hal ini benar, buktinya apa dan di mana surat jual belinya. Pemilik tanah saja sudah menjelaskan bahwa tanahnya belum pernah dijual ke siapapun termasuk pihak Stasi Baras," ungkap Laurensius. Selain itu juga, pada tanggal (20/10/2020) kelompok ini masih melakukan aktivitas menanam pisang dan membuat pagar keliling di tanah tersebut. Kegiatan ini dihadiri oleh Pastor Paroki Nanga Baras, Frater, dan pengurus Gereja Lainnya. "Saya dapat informasi dari anak saya bahwa mereka masih melakukan kegiatan di sana. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh pastor paroki, frater, dan beberapa pengurus Gereja Stasi Baras," tambahnya. Pengklaiman tanah milik Abidin sudah pernah dilaporkan ke Polisi oleh kelompok yang mengatasnamakan Gereja ini. "Mereka pernah lapor saya ke Polsek Pota. Tapi tidak ada kelanjutannya. Pada tanggal 22/03/2019) saya mendapat panggilan dari Polsek Pota dan panggilan kedua pada tanggal (08/04/2019)," demikian Laurensius. Dari laporan itu, Laurensius dinyatakan bebas. Pelapor tidak memiliki bukti yang kuat terhadap terlapor. Pengklaiman tanah milik AbidinĀ  sudah berlangsung sejak lama. Sebagaimana yang diberitakan oleh media ini sebelumnya, bahwa pihak Gereja (Stasi Baras) pada tahun 2003 merencanakan untuk membeli tanah tersebut. Setelah mengadakan pertemuan dengan umat, diputuskan bahwa pihak Gereja tidak jadi membelinya dikarenakan belum memiliki uang yang cukup.   Laporan: Waldus BudimanĀ 

Editor: Admin Flores Editorial

Tags

Terkini

Kapolda Lampung Aktifkan Kembali Tekab 308

Kamis, 30 Juni 2022 | 22:27 WIB
X