Pembangunan Waduk Lambo di Nagekeo Belum Ada Titik Temu

- Senin, 17 Januari 2022 | 06:52 WIB
IMG_20220117_144224
IMG_20220117_144224

Nagekeo, Floreseditorial.com -- Pembangunan Waduk Lambo di Lowose, Desa Rendu Botowe, Kecamatan Asesa Selatan, Kabupaten Nagekeo, terus menuai polemik. Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Nagekeo tidak konsisten dalam menentukan lokasi pembangunan waduk. Di sisi lain, Pemerintah menolak lokasi sebelumnya dari masyarakat setempat untuk pembangunan waduk tersebut. Masyarakat adat Desa Rendu Botowe, Baltasar Koba kepada wartawan, menolak Lowose sebagai tempat pembangunan Waduk Lambo, karena lokasi tersebut merupakan tanah ulayat. "Itu bukan milik perorangan. Itu tanah ulayat, tanah suku yang belum dibagi secara perorangan," ujar Baltasar. Baltasar juga menjelaskan jika pembangunan waduk tersebut tetap terjadi di Lowose,  maka akan berdampak pada tenggelamnya kampung tempat masyarakat tinggal. "Lokasi pembangunan waduk berada di ketinggian sementara tempat tinggal kami berada di wilayah yang rendah. Ini tentu berdampak buruk," tambahnya. Demikian Baltasar, untuk mengganti lokasi pembangunan waduk itu, pihaknya selaku masyarakat adat sebenarnya sudah merekomendasikan tempat lain yang jauh dari pemukiman warga. Sementara itu, Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Aman) Wilayah Nusa Bunga, Philipus Kami kepada media menjelaskan, masyarakat sejatinya selalu mendukung program pembangunan dari Pemerintah baik itu Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten. "Namun pemerintah dalam menentukan lokasi pembangunan harus memperhatikan hak ulayat dan tempat tinggal warga," ujar Philipusw, Senin (17/01/2021).

Pembangunan Waduk di Botowe

Philipus menambahkan, pembangunan Waduk Lambo di Desa Rendu Botowe, akan memberikan dampak buruk bagi warga yang mendiami wilayah Desa Rendu Botowe dan beberapa desa sekitarnya. "Karena lokasi pembangunan Waduk ini berada di atas ketinggian, sementara tempat tinggal warga di wilayah yang rendah. Tentu suatu saat nanti, wilayah warga tinggal ini bisa tenggelam," pungkasnya lagi. Ia juga menyayangkan Pemda Nagekeo yang tidak konsisten dalam menentukan lokasi pembangunan tersebut. Sesuai Peraturan Daerah (Perda) tentang tata ruang dan wilayah yang dihasilkan Pemda Nagekeo, lokasi pembangunan waduk itu sebenarnya bukan di Lowose, Desa Rendu Botowe. "Sesuai Perda, lokasi pembangunan waduk itu sebenarnya di Nabatata Malawaka, Desa Rendu Wawo dan bukan di Lowose. Nah sehingga, rencana pembangunan Waduk ini sedang melanggar Perda," ujarnya. Untuk diketahui, polemik lokasi pembangunan Waduk ini sudah bergulir sejak 2001 lalu.   Laporan: Ignasius Tulus Editor: Waldus Budiman¬†

Editor: Admin Flores Editorial

Tags

Terkini

Polda Metro Tolak Penangguhan Penahanan Roy Suryo

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 11:29 WIB

NTT Berpotensi Jadi Arab Saudi Kedua, Ada Apa?

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 09:19 WIB
X