• Rabu, 29 Juni 2022

Internal Dinkes Ungkap Dugaan Markup Pengadaan 100 Unit Matras Bagi Pasien Covid-19 di Matim, PPK Mengaku Tak Dilibatkan

- Senin, 31 Januari 2022 | 08:17 WIB
IMG-20220131-WA0039
IMG-20220131-WA0039

Borong, Floreseditorial.com -- Pada tahun 2021 kemarin, terjadi lonjakan pasien covid-19 di Kabupaten Manggarai Timur (Matim). Pemkab Matim pun terpaksa membuka sejumlah shelter yang digunakan sebagai tempat karantina para pasien terkonfirmasi covid-19. Untuk menunjang pelayanan disetiap shelter tersebut, pemerintah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur (Matim), mengalokasikan anggaran pengadaan 100 unit matras sebagai tempat tidur pasien. Informasi yang dihimpun media, pengadaan matras ini, dialokasikan melalu anggaran penanggulangan covid-19 tahun 2021. Namun tak berjalan mulus, diduga terjadi markup harga pengadaan matras yang tidak diketahui oleh pihak PPK di Dinkes Matim. Salah satu sumber internal Dinkes kepada wartawan media ini menjelaskan, pengadaan 100 unit matras tersebut, diduga terjadi persekongkolan dengan pihak penyedia barang. Tak tanggung-tanggung, markup harga tersebut mencapai 100 persen dari harga yang sebenarnya yakni Rp. 1.200.000 menjadi Rp. 2.400.000 per unit. "Pengadaan 100 buah spon di Dinkes Matim pada tahun 2021 itu terjadi markup harga,” katanya, Sabtu (29/01/2022) lalu. Dinkes Matim bekerja sama dengan pihak penyedia barang. ”Harga sebenarnya, satu buah itu Rp. 1.200.000. Sementara dalam harga versi Dinkes itu Rp. 2.400.000. Coba cek ke PPK pak, pasti mereka tidak tau itu harga barangnya, karena PPK sama sekali tidak dilibatkan,” katanya. Sementara Ivan, salah satu PPK Dinkes Matim membenarkan bahwa dirinya tidak dilibatkan saat rencana pengadaan 100 unit matras tersebut. “Betul saya PPK, tetapi terkait pembelanjaan barang dan jasa itu, saya tidak dilibatkan. Tapi kalau soal spon kemarin itukan pembelanjaan saat covid,” katanya, Senin (31/01/2022). Dirinya pun mengaku tidak mengetahui besar anggaran yang telah dialokasikan untuk pengadaan matras tersebut. “Baik anggaran maupun pihak penyedia saya tidak tau, tapi coba kontak Ibu Lidia, mereka lebih tau,” Kata Ivan, Senin (31/01/2022). Sementara Lidia Sanggut, salah satu pegawai di Dinkes Matim membantah dirinya terlibat dalam proyek pengadaan matras di dinas kesehatan. “Tidak mungkin staf tau kalau soal itu, yang lebih tau itu pak Ivan, karena mereka PPK,” kata Lady. Laporan: Firman Jaya Editor: Waldus Budiman    

Editor: Admin Flores Editorial

Tags

Terkini

Petinju Asal NTT Menang di Arab Saudi

Selasa, 28 Juni 2022 | 14:05 WIB

Puluhan Remaja Afrika Selatan Tewas di Klub Malam

Selasa, 28 Juni 2022 | 10:10 WIB

Apa Saja yang Dibahas dalam KTT G7 di Jerman?

Senin, 27 Juni 2022 | 13:15 WIB

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Tiba di Jerman

Senin, 27 Juni 2022 | 12:03 WIB
X