• Jumat, 1 Juli 2022

Terkait Islam dan Demokrasi, Ini Kata Menko PMK

- Rabu, 30 Maret 2022 | 15:57 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy
Menko PMK Muhadjir Effendy

Muhadjir Effendy selaku Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) mengatakan Islam dan demokrasi merupakan dua hal yang saling mengisi dan memberi makna satu sama lain.

“Justru di Indonesia ini laboratorium besar telah membuktikan antara Islam dan demokrasi dua hal yang ibarat keping, dua sisi mata uang yang saling mengisi, memberi makna satu sama lain,” ujar Muhadjir Effendy dalam Indonesian Civil Society Forum 2022 (ICSF 2022) yang diselenggarakan secara virtual, Rabu.

Menurutnya, prinsip-prinsip demokrasi yang diterapkan di Indonesia diadopsi dari doktrin atau ajaran yang bersumber dari ajaran Islam sendiri, baik bersumber dari Al-Quran dan Sunah Rasul.

Mengutip antaranews Menko PMK mengatakan kalau Indonesia merupakan negara demokrasi dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

Baca Juga: Umat Muslim Wajib Tahu! Pahala Puasa Ternyata dapat Digugurkan oleh 3 Hal Ini

“Sehingga Indonesia bisa dikategorisasikan demokrasi islam yang mencoba mengkombinasikan antara nilai-nilai keislaman dengan nilai-nilai demokrasi , di tengah-tengah ada kontroversi ada pandangan yang mengatakan bahwa antara nilai demokrasi dengan nilai keislaman itu dua hal yang tidak bisa ketemu,” kata dia.

Dengan begitu besarnya jumlah penduduk, lanjut dia, tidak mungkin pemerintah menuntaskan pemberdayaan politik secara sendiri.

“Kami perlu pemberdayaan yang masif untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan yang memadai. Di sinilah salah satu peran pentingnya organisasi sosial masyarakat, LSM terutama mereka yang memfokuskan diri untuk kemajuan demokrasi di Indonesia,” kata dia.

Organisasi masyarakat dapat berperan secara signifikan antara lain dengan mendorong perubahan positif di dalam organisasinya dan lingkungan sekitarnya.

Halaman:

Editor: Aris Yudhivan

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X