• Jumat, 1 Juli 2022

Fenomena Nikah Sedarah di Ponorogo; Menko PMK "Pernikahan Sedarah Harus Stop"

- Selasa, 5 April 2022 | 11:04 WIB
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy meminta pemerintah daerah (pemda) menyelesaikan persoalan pernikahan sedarah guna mencegah stunting dan angka kemiskinan seperti di  Desa Krebet dan Desa Sukoharjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.  (Instagram @muhadjir_effendy)
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy meminta pemerintah daerah (pemda) menyelesaikan persoalan pernikahan sedarah guna mencegah stunting dan angka kemiskinan seperti di Desa Krebet dan Desa Sukoharjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. (Instagram @muhadjir_effendy)

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan tradisi pernikahan sedarah yang kerap terjadi di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur harus dituntaskan hingga akarnya.

“Walaupun saat ini banyak warga yang sudah diurai dan meluas ke luar Ponorogo untuk menghindari pernikahan sedarah, tapi mereka masih punya keturunan dan bisa jadi juga masih akan mewarisi tradisi negatif 'stunting' dan menambah kemiskinan ekstrem,” katanya, Jakarta, Senin (4/4).


Dilansir dari Antara news. Ia mengatakan hal itu saat meninjau difabel (warga berkebutuhan khusus) dan kemiskinan ekstrem di Desa Krebet dan Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo.

Muhadjir mengatakan saat ini kasus stunting di Kabupaten Ponorogo sudah menurun hingga 20 persen, untuk itu pernikahan sedarah harus tetap menjadi perhatian pemerintah daerah agar dapat terus menekan angka prevalensi stunting.

“Ini harus menjadi perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Ponorogo supaya betul dipastikan kalau bisa di sini sudah harus nol persen stunting, di wilayah yang dulu dikenal sebagai 'kampung difabel',” katanya.

Salah satu daerah yakni di Desa Krebet dan Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo sebelumnya terdapat banyak keluarga yang melakukan pernikahan sedarah sehingga tidak jarang melahirkan keturunan yang difabel dan stunting.

“Banyak yang melahirkan difabel, terutama stunting akibat perkawinan inses sedarah karena di sini bertetangga saja kawinnya dan kebetulan pasangannya membawa gen yang tidak baik,” katanya.

Namun, katanya, saat ini, sudah ada kesadaran dari warga untuk menghindari hal tersebut dengan mencari jodoh di luar desa.

“Saya kira itu salah satu solusi untuk tidak terjadi kawin inses untuk tidak terjadinya turunan gen yang negatif,” katanya.

Halaman:

Editor: FEC Media

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X