• Kamis, 26 Mei 2022

Profil BM-30, Peluncur Roket yang Dipakai Rusia Untuk Menghancurkan S-300 Ukraina

- Jumat, 13 Mei 2022 | 18:37 WIB
Profil BM-30 | Peluncur Roket yang Dipakai Rusia Untuk Menghancurkan S-300 Ukraina
Profil BM-30 | Peluncur Roket yang Dipakai Rusia Untuk Menghancurkan S-300 Ukraina

Floreseditorial.com - Perang Rusia-Ukraina menjadi ajang bersinarnya senjata buatan Uni Soviet, baik Rusia dan Ukraina adalah negara yang mewarisi senjata buatan negeri komunis tersebut. Meski banyak senjata warisan Uni Soviet yang berakhir menjadi besi tua selama konflik Rusia-Ukraina, tetapi masih ada senjata warisan Soviet yang masih mampu beroperasi dengan baik. Salah satunya adalah BM-30 Smerch.

Nama lengkap peluncur roket ini adalah BM-30 Smerch 9A52 termasuk ke dalam golongan keluarga Multiple Rocket Launch System (MLRS). Senjata ini dibuat oleh perusahaan Splav State Research and Production Association, Tula, Russia. Perusahaan ini juga memproduksi peluncur roket lain seperti Uragan, Grad dan Prima. MLRS ini pertama kali diketahui oleh intelijen Barat pada 1983, kemudian memasuki layanan tentara Soviet pada 1987.

Misi utama Smerch untuk melawan sistem rudal taktis, baterai roket, artileri, mortir, pos komando, dan area konsentrasi psukan musuh. Unit Smerch biasanya terdiri dari enam peluncur dan enam transloader. BM-30 sekarang digunakan oleh angkatan bersenjata Rusia, Ukraina, Belarus, Kuwait, Uni Emirat Arab, India, dan China.

Baca Juga: YouTube dan 3 Perusahaan Teknologi Ini Diminta Untuk Mengarsipkan Bukti Kejahatan Rusia

Mengutip armyrecignition.com, kendaraan peluncur BM-30 Smerch 9K58 dilengkapi dengan 12 tabung peluncur. BM-30 Smerch dapat menembakkan roket 9M55K kaliber 300 mm. Susunan tabung roket 300 mm adalah masing-masing 4 tabung yang disusun bertingkat dan diletakkan agak ke pinggir, sementara 4 tabung lainnya dipasang berjajar di bagian atas 8 tabung yang disusun ke atas tadi. Untuk jangkauan tembaknya mencapai 20 km sampai 30 km. Ukuran standar roket ini memiliki panjang 7,6 m dengan bobot mencapai 800 kg; di mana 280 kg dari berat roket adalah bobot dari hulu ledak (warhead).

Smerch sangat efektif melawan konsentrasi pasukan dan kendaraan lapis baja, artileri dan baterai pertahanan udara, lapangan udara serta target lainnya. Tembakan salvo secara penuh dari satu peluncur bisa menghancurkan area seluas 67 hektar. Selama perjalanan menuju area penempatan, jika sewaktu-waktu mendapat perintah untuk mekakukan penembekan segera, kendaraan peluncur Smerch dapat berhenti dan melepaskan tembakan dalam waktu 3 menit dari. Dibutuhkan jumlah waktu yang sama untuk meninggalkan posisi menembak. Tenbakan salvo penuh membutuhkan waktu 38 detik.

Peluncur roket Smerch diisi ulang oleh kendaraan reload 9T234-2. Kendaraan ini didasarkan pada chassis truk MAZ-543A 8x8. Kendaraan isi ulang dilengkapi dengan derek hidrolik dan membawa satu set lengkap 12 roket isi ulang. Kendaraan ini dapat memuat ulang roket dalam waktu 36 menit. Pengisian ulang biasanya dilakukan jauh dari posisi menembak, untuk menghindari tembakan balasan dari lawan.

Baca Juga: Warga dan Pejabat Tinggi Jepang Dilarang Masuk Rusia

Dalam gelar operasi di lapangan unit Smerch biasanya terdiri dari 6 kendaraan peluncur dan 6 kendaraan reload. Sistem pengendalian tembakan Smerch bernama Vivari, dapat berfungsi secara otomatis atau di bawah kendali manual. Sistem Vivari ditempatkan di kendaraan komando dan dapat mengontrol 6 peluncur Smerch. Vivari digunakan untuk menghitung data balistik dan penargetan setiap peluncur.

Halaman:

Editor: FEC Media

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jerman Longgarkan Aturan Masuk Terkait COVID-19

Kamis, 26 Mei 2022 | 06:00 WIB

Konvoi Pembalap Formula E Di Monas Dibatalkan

Rabu, 25 Mei 2022 | 20:00 WIB
X