• Selasa, 5 Juli 2022

Menkeu: Beban Subsidi Dan Kompensasi Capai Rp443,6 Triliun Pada 2022

- Kamis, 19 Mei 2022 | 14:45 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) mengikuti rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/5/2022). R ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.
Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) mengikuti rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/5/2022). R ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.

Floreseditorial.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan potensi beban subsidi dan kompensasi menahan gejolak harga komoditas tahun 2022 mencapai Rp443,6 triliun.

"Kami menggunakan harga minyak mentah atau ICP sebesar 100 dolar AS per barel.

Tetapi sepertinya implisit termasuk dalam hal ini batu bara dan komoditas yang lain, ada di dalam situ," ungkap Sri Mulyani dalam Rapat Kerja dengan Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, Kamis.

Baca Juga: Ini faktor penyebab merubahnya tatanan politik baru di dunia

Dengan demikian, terdapat kenaikan kebutuhan beban subsidi dan kompensasi senilai Rp291 triliun dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 yang sebesar Rp152,5 triliun.

Ia menjelaskan target kebutuhan beban subsidi dan kompensasi dalam anggaran tahun ini menggunakan asumsi harga ICP yang sebelumnya telah ditetapkan sebesar 63 dolar AS.

Namun, meningkatnya harga minyak dan tidak adanya kebijakan penyesuaian harga menyebabkan beban subsidi dan kompensasi meningkat signifikan.

Baca Juga: Ini Lima lokasi yang menjadi target pembuatan SIM Keliling

Maka dari itu, pemerintah perlu segera melakukan penyesuaian pagu subsidi dan kompensasi, sehingga keuangan badan usaha menjadi sehat dan dapat menjaga ketersediaan energi nasional.

Halaman:

Editor: FEC Media

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Serangan Hiu Tewaskan Dua Orang Wanita

Senin, 4 Juli 2022 | 19:40 WIB
X