• Selasa, 5 Juli 2022

Majelis Rakyat Papua Dukung Kebijakan Pemekaran Daerah

- Sabtu, 21 Mei 2022 | 11:19 WIB
Presiden RI Joko Widodo bertemu dengan anggota Majelis Rakyat Papua dan Majelis Rakyat Papua Barat di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/5/2022). (ANTARA/HO-KSP)
Presiden RI Joko Widodo bertemu dengan anggota Majelis Rakyat Papua dan Majelis Rakyat Papua Barat di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/5/2022). (ANTARA/HO-KSP)

Floreseditorial.com - Majelis Rakyat Papua (MRP) mendukung penuh kebijakan Pemerintah pusat terkait pemekaran dan pembentukan daerah otonom baru (DOB) provinsi Papua Selatan, Papua Pegunungan Tengah, dan Papua Tengah demi pembangunan yang adil, merata, serta inklusif.

Anggota Pokja Agama MRP Dorince Mehue, dalam keterangan yang diterima di Jayapura, Sabtu, mengatakan dukungan tersebut telah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo dalam pertemuan di Jakarta, Jumat (20/5).

"Beberapa poin pembahasan yang kami sampaikan kepada Presiden RI Joko Widodo, salah satunya mendukung penuh kebijakan Presiden untuk kepemimpinan lokal di era transisi (misalnya penjabat gubernur), yang mengutamakan dan mengawal agenda-agenda strategis percepatan pembangunan sebagai legacy dan landmark pembangunan Papua di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo," kata Dorince.

Baca Juga: Tujuh Komisioner Baru KIP Diangkat Menkominfo

Dia menambahkan MRP juga mendukung dan mengapresiasi Pemerintah dalam menata Papua lewat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua serta berbagai regulasi turunannya.

Hal itu mendukung penyiapan desain besar percepatan pembangunan Papua 2022-2041 guna memperkuat kepercayaan rakyat kepada negara, tambahnya.

"Kami juga mendukung mempercepat pengesahan RUU masyarakat hukum adat guna melindungi dan melestarikan hak-hak masyarakat adat di Tanah Papua," katanya.

Baca Juga: Suka Bermain Layangan Saat Remaja, Boni Hasudungan: Saya Tinggalkan Karena Marasa Sakitnya Ditarik Ulur

Terkait upaya Presiden Jokowi dan Pemerintah pusat untuk membuka ruang komunikasi dan pendekatan humanis dengan masyarakat Papua, dia mengatakan hal itu dalam rangka rekonsiliasi sosial politik yang inklusif guna menyelesaikan akar persoalan di Papua dalam rangka menguatkan ikatan kemanusiaan.

Halaman:

Editor: FEC Media

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Serangan Hiu Tewaskan Dua Orang Wanita

Senin, 4 Juli 2022 | 19:40 WIB
X