Menengok Ekonomi Jakarta yang Tumbuh Dari Kehidupan Pasar Tradisional

- Senin, 27 Juni 2022 | 16:41 WIB
Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Kementan Bustanul Arifin meninjau harga cabai di pasar Bintan Center, Tanjungpinang, Kepri, Kamis (24/4).  (Ogen)
Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Kementan Bustanul Arifin meninjau harga cabai di pasar Bintan Center, Tanjungpinang, Kepri, Kamis (24/4). (Ogen)

 

Floreseditorial.com- Provinsi  Jakarta memegang peranan penting bagi ekonomi Indonesia namun siapa sangka di belakangnya ditopang pasar-pasar tradisional yang kehadirannya sudah ada sejak dahulu kala.

Ibarat tubuh, Jakarta bisa disebut sebagai jantungnya ekonomi Indonesia, di mana hampir seluruh perusahaan baik dalam atau luar negeri memiliki pusat operasional di Jakarta.

Selain itu, tingkat konsumsi di Jakarta merupakan salah satu yang tertinggi di Indonesia yang dibuktikan dengan lebih dari 150 pasar di kota ini. Hal yang membuat posisi Jakarta sangat strategis dalam ekonomi Indonesia, bahkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut Jakarta memiliki kontribusi sebanyak 17 persen pada ekonomi nasional.

Pentingnya Jakarta, tidak terjadi saat ini saja, namun sudah dimulai jauh sebelum kota ini bernama Jakarta, mengingat kawasan ini sejak era kerajaan di tatar Sunda sampai masa kedatangan para pendatang Eropa, merupakan bandar yang ramai oleh aktivitas perekonomian.

Akademisi Susan Blackburn dalam bukunya "Jakarta: A History", yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan judul "Jakarta Sejarah 400 Tahun", menulis bahwa awal mula Jakarta sebagai kota pelabuhan dapat ditelusuri hingga abad ke-12 atau lebih lama, di mana pada kawasan ini berdiri kota bernama Sunda Kalapa yang merupakan pelabuhan kerajaan Padjajaran yang bercorak Hindu-Budha.

Setelah Melaka di Pantai Barat Malaya ditaklukan Portugis pada 1511, nilai Sunda Kalapa naik karena meningkatnya kedatangan pedagang Muslim yang memboikot Melaka.

Namun, pada 1527 pelabuhan ini jatuh ke tangan pasukan Kesultanan Banten di bawah komando Fatahillah dan mengganti nama pelabuhan ini menjadi Jayakarta (kemenangan dan kejayaan) dengan status sebagai bawahan Kesultanan Banten.

Meski tidak sebesar Sunda Kalapa, Kota Jayakarta memainkan peranan penting sebagai kota perbekalan, tempat bagi kapal-kapal berlabuh untuk mendapatkan air bersih, kayu untuk perbaikan, dan arak yang diproduksi orang China yang menetap di sana.

Halaman:

Editor: FEC Media

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KIB Mendaftar Bareng Tunjukkan Kekompakan

Rabu, 10 Agustus 2022 | 14:31 WIB

Ferdy Sambo Tersangka Tewasnya Brigadir J

Rabu, 10 Agustus 2022 | 10:11 WIB
X