Bupati: Aktivitas di Pulau Panjang Tidak Ada Yang Ilegal

- Kamis, 30 Juni 2022 | 21:16 WIB
Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi, memantau obyek wisata Jembatan Cinta di Kelurahan Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Selasa (3/5). (Pemkab Kepulauan Seribu)
Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi, memantau obyek wisata Jembatan Cinta di Kelurahan Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Selasa (3/5). (Pemkab Kepulauan Seribu)


Floreseditorial.com- Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi menyebutkan, aktivitas di Pulau Panjang tidak ada yang ilegal meski ada lapangan terbang dan landasan helikopter (helipad).

"Bukan ilegal. Jadi gini, itu dulu rencana akan dibangun landasan dan helipad itu tahun 2005 kalau gak salah," kata Junaedi di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI
Jakarta, Kamis.

Sebenarnya, pihaknya di sana membangun suatu destinasi wisata religi. "Sehingga untuk menarik wisatawan kita cat. Karena Pulau Seribu itu tujuan wisata, kalau kami enggak percantik siapa mau datang," katanya.

Junaedi menyebutkan, pembangunan lapangan terbang dan helipad yang dibangun oleh bupati waktu itu akhirnya bermasalah karena bupati tidak memiliki kewenangan untuk hal tersebut.

Junaedi mengakui bahwa pada 2010 ada temuan BPK yang akhirnya menempatkan posisi Pulau Panjang dalam status quo sehingga menyebabkan pengembangan hingga operasional lokasi tersebut tidak bisa dilakukan.

Baca Juga: Kejagung Periksa Direktur Komersial PPI

Namun akhir-akhir ini dilakukan perbaikan seperti revitalisasi komplek makam keramat Sultan Maulana Mahmud Zakaria beserta masjid oleh pihak swasta serta perbaikan dan pengecatan helipad oleh pihak kabupaten.

"Itu hanya mempercantik saja untuk destinasi wisata. Kami tidak mengeluarkan izin," katanya.

Namun pihaknya memperbolehkan pengusaha sebagai donatur untuk memperbaiki makam dan membangun masjid demi membantu pengembangan wisata.

Halaman:

Editor: FEC Media

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polda Metro Tolak Penangguhan Penahanan Roy Suryo

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 11:29 WIB

NTT Berpotensi Jadi Arab Saudi Kedua, Ada Apa?

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 09:19 WIB
X