Belajar dari Tenggelamnya Kapal KLM Tiana, Kemenparekraf Tinjau Standar Kapal Wisata Labuan Bajo

- Jumat, 1 Juli 2022 | 08:44 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno  (Kemenparekraf)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno (Kemenparekraf)

Floreseditorial.com - Penobatan Labuan Bajo sebagai kota pariwisata Super Prioritas oleh Pemerintah Indonesia, membuat jumlah pengunjung semakin meningkat.

Keberadaan kadal raksasa Komodo turut menambah nuansa tersendiri ketika berkunjung ke Labuan Bajo.

Oleh karena itu, keamanan sarana tranportasi khususnya kapal-kapal wisata di Labuan Bajo perlu ditingkatkan.

Pemerintah harus memantau dan meninjau kualitas setiap kapal wisata yang digunakan di Labuan Bajo guna meminimalisir kecelakaan kapal.

Baca Juga: KPK Sebut Biaya Politik di Indonesia Sangat Mahal

Apalagi, 28 Juni kemarin terjadi insiden tenggelamnya Kapal KLM Tiana yang berlayar dari ASDP Labuan Bajo menuju Pulau Padar.

Cuaca buruk dan gelombang tinggi menyebabkan kapal tenggelam di lokasi tersebut. Kapal itu mengangkut 18 orang penumpang dan enam orang anak buah kapal.

Sebagai bentuk respon atas insiden tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyatakan bahwa telah mengirimkan tim untuk melakukan tinjauan (review) mengenai standar-standar kapal wisata dan pelayanan wisata di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Dalam hal ini, pelaku industri pariwisata bisa mematuhi standar CHSE (cleanliness, health, safety, and environment sustainability).

Halaman:

Editor: FEC Media

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KIB Mendaftar Bareng Tunjukkan Kekompakan

Rabu, 10 Agustus 2022 | 14:31 WIB

Ferdy Sambo Tersangka Tewasnya Brigadir J

Rabu, 10 Agustus 2022 | 10:11 WIB
X