BPIP Susun Materi Lambang Garuda Demi Tingkatkan Pemahaman Publik

- Minggu, 7 Agustus 2022 | 08:10 WIB
Suasana diskusi kelompok terpumpun yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengenai penyusunan materi lambang Garuda Pancasila di DI Yogyakarta
Suasana diskusi kelompok terpumpun yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengenai penyusunan materi lambang Garuda Pancasila di DI Yogyakarta

Floreseditorial.com - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) sedang menyusun materi mengenai lambang Garuda Pancasila untuk dituangkan ke dalam sebuah buku agar dapat menjadi referensi bagi masyarakat sehingga mampu meningkatkan pemahaman mereka mengenai lambang negara Indonesia itu.

"Melalui buku Lambang Garuda Pancasila, BPIP berharap dapat meluruskan hal-hal yang kurang sesuai mengenai lambang negara tersebut. BPIP ingin menempatkan lambang Garuda Pancasila sesuai proporsinya," kata Direktur Pengkajian Materi Pembinaan Ideologi Pancasila BPIP Aris Heru Utomo dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.

Menurut dia, saat ini, banyak warga negara Indonesia, termasuk generasi muda yang belum mengetahui dan mengenal lambang Garuda Pancasila, baik tentang sejarah, makna, maupun penggunaannya sehingga kerap terjadi penyimpangan-penyimpangan dalam pemakaian lambang negara tersebut.

Baca Juga: Anggota DPR Minta Pemerintah Lindungi Maksimal WNI Di Taiwan

Padahal, lanjut dia, memahami dan menggunakan lambang negara dengan baik dan benar merupakan bagian dari bentuk cinta warga negara Indonesia terhadap Tanah Air dan dukungan nyata kepada NKRI.

Dengan demikian, BPIP pun menyusun materi mengenai lambang Garuda Pancasila ini. Bahkan, melalui Direktorat Pengkajian Materi Pembinaan Ideologi Pancasila, BPIP telah menggelar diskusi kelompok terpumpun penyusunan materi lambang Garuda Pancasila di DI Yogyakarta, Jumat (5/8).

Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Nanang Rahmad Hidayat selaku penulis buku Mencari Telor Garuda sekaligus pemilik serta pengelola Rumah Garuda Yogyakarta dan Dosen Sejarah UIN Raden Mas Surakarta, Jawa Tengah, dan Universitas Udayana Bali Aan Ratmanto.

Baca Juga: Seorang Mahasiswa Nekat Bunuh Diri, Diduga Depresi Karena Nilai Akademik Buruk

Dalam acara diskusi itu, Nanang menyatakan bahwa sejak diresmikan pada 11 Februari 1950, lambang Garuda Pancasila belum memiliki referensi yang resmi dari pemerintah, selain pengaturan dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bahasa, Lambang Negara, dan Bendera.

Halaman:

Editor: Maria H.R Waju

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Capai UHC, Jadi Kado HUT-15 Kabupaten Manggarai Timur

Kamis, 1 Desember 2022 | 10:42 WIB

4 Rumah Warga Borong Hangus Terbakar

Kamis, 24 November 2022 | 17:03 WIB

Ini Jadwal Kapal Seputar NTT Kamis 24 November 2022

Rabu, 23 November 2022 | 19:58 WIB
X