Sebagai Bentuk Dukungan BCA untuk TFS, Penenun Timor Diajak untuk Terapkan Konsep Ecofashion

- Minggu, 7 Agustus 2022 | 12:43 WIB
Sebagai Bentuk Dukungan BCA untuk TFS, Penenun Timor Diajak untuk Terapkan Konsep Ecofashion
Sebagai Bentuk Dukungan BCA untuk TFS, Penenun Timor Diajak untuk Terapkan Konsep Ecofashion

Floreseditorial.com – Keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia menjadi sebuah peluang yang baik untuk berkibar dalam ranah internasional. Salah satu kebudayaan yang menjadi warisan adalah kain tenun salah satu wastra nusantara. PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) sebagai bagian dari perbankan nasional pun senantiasa berkontribusi bagi tanah air melalui berbagai insiatif program.

Dalam upaya perwujudan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dengan gerakan #BCAForSustainability, BCA hadir memberikan pembinaan bagi penenun di Timor Tengah Selatan (TTS) untuk menggerakan tenun TTS diiringi dengan penerapan fesyen ramah lingkungan.

Pembinaan yang digerakan oleh BCA ini berada dibawah payung Bakti BCA berkolaborasi dengan Perkumpulan Warna Alam Indonesia (Warlami) yang diadakan secara offline dari Selasa (02/08) hingga Kamis (04/08).

Seremoni pembukaan kegiatan ini dihadiri oleh EVP CSR BCA Inge Setiawati, Farida Siregar Kepala KCU BCA Kupang, Hans Banunaek Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Selatan, Ony Kause Kabid Pendidikan, Benny F.Tobo ,SE, Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah, Selan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Agustinus BBKSDA Wilayah Timur, Frans Fobia UPTD Lingkungan Hidup Kabupaten TTS , dan Myra Widiono Ketua Warlami, beserta dengan 30 peserta yang mengikuti program pembinaan.

“Wastra nusantara merupakan bentuk warisan budaya yang sudah selayaknya mendapatkan perhatian khusus untuk senantiasa dilestarikan eksistensinya. Kali ini BCA bersama dengan Warlami menyadari akan kebutuhan pembinaan bagi penenun dalam mengembangkan potensi budaya, bisnis dan pelestarian lingkungan.

Tenun dari kawasan TTS merupakan bentuk wastra nusantara yang potensial untuk dipasarkan dan dapat mengangkat nama baik dari TTS. Bersamaan dengan itu, kami pun turut mengajak penenun untuk menerapkan konsep ecofashion dengan metode pewarnaan alam untuk bersama menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Inge.

Koleksi wastra yang dimiliki oleh TTS memiliki kelebihan yang unggul, memiliki teknik, ragam hias dan ekspresi budaya khas tersendiri. Saat ini, kawasan TTS terus berkembang untuk menjadi daerah yang unggul dan memiliki potensi yang lebih luas.

Pembinaan ini akan diikuti oleh tiga suku besar atau yang juga disebut dengan “Swapraja” yang terdiri dari: Swapraja Amanatun, Swapraja Amanuban, dan Swapraja Mollo.

BCA hadir bersama Warlami memberikan konsep ecofashion yang akan menjadi hasil wastra lebih ramah lingkungan. Melalui pelatihan ini, peserta akan diajak untuk memahami bahan pewarna alam untuk benang katun, teori dasar proses pewarna alam serta praktik langsung. Rangkaian pelatihan akan berlangsung enam bulan

Halaman:

Editor: Maria H.R Waju

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemerintah Rancang Aturan Berinvestasi di IKN

Jumat, 30 September 2022 | 10:30 WIB

Agas - Sipri Tak Bisa ‘Kawin’

Kamis, 29 September 2022 | 22:33 WIB

PAN Manggarai Timur, Punya Banyak Kursi Tapi Kalah

Kamis, 29 September 2022 | 12:58 WIB
X