Mengenang Peristiwa Rengasdengklok, Detik-detik Sukarno-Hatta Diculik Menjelang Proklamasi Kemerdekaan

- Selasa, 16 Agustus 2022 | 12:52 WIB
Kamar peristirahatan Bung Karno di rumah Djiaw Kie Siong (Wikipedia )
Kamar peristirahatan Bung Karno di rumah Djiaw Kie Siong (Wikipedia )

 

Floreseditorial.com - Satu hari lagi kita akan memperingati Hari Ulang Tahun  Republik Indonesia yang ke 77. 


Sebelum Sukarno dan Hatta memproklamasikan Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, keduanya diculik oleh sejumlah pemuda ke suatu tempat bernama Rengasdengklok.


Di sana, keduanya didesak untuk segera memproklamasikan Kemerdekaan Republik Indonesia. Karena dibawa ke Rengasdengklok, peristiwa tersebut dinamakan "Peristiwa Rengasdengklok".


Mengutip Wikipedia, Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa penculikan yang dilakukan oleh sejumlah pemuda antara lain Soekarni, Wikana, Aidit dan Chaerul Saleh dari perkumpulan "Menteng 31" terhadap Soekarno dan Hatta


Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 03.00 WIB, Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, sampai dengan terjadinya kesepakatan antara golongan tua yang diwakili Soekarno dan Hatta serta Mr. Achmad Subardjo dengan golongan muda tentang kapan proklamasi akan dilaksanakan terutama setelah Jepang mengalami kekalahan dalam Perang Pasifik.


Menghadapi desakan tersebut, Sukarno dan Hatta tetap tidak berubah pendirian. Sementara itu di Jakarta, Chaerul dan kawankawan telah menyusun rencana untuk merebut kekuasaan. Tetapi apa yang telah direncanakan tidak berhasil dijalankan karena tidak semua anggota PETA mendukung rencana tersebut. 


Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia rencananya akan dibacakan Bung Karno dan Bung Hatta pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 di Lapangan IKADA (yang sekarang telah menjadi Lapangan Monas) atau di rumah Bung Karno di JI. Pegangsaan Timur No. 56.


Akhirnya, dipilihlah rumah Bung Karno karena di Lapangan IKADA sudah tersebar bahwa ada sebuah acara yang akan diselenggarakan, sehingga tentara-tentara Jepang sudah berjaga-jaga, untuk menghindari kericuhan, antara penonton-penonton saat terjadi pembacaan teks proklamasi, dipilihlah rumah Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur No. 56. Teks Proklamasi disusun di Rengasdengklok, di rumah Djiaw Kie Siong. Bendera Merah Putih sudah dikibarkan para pejuang di Rengasdengklok pada Kamis tanggal 16 Agustus, sebagai persiapan untuk proklamasi kemerdekaan Indonesia. 


Karena tidak mendapat berita dari Jakarta, maka Jusuf Kunto dikirim untuk berunding dengan pemuda-pemuda yang ada di Jakarta. Namun sesampainya di Jakarta, Kunto hanya menemui Wikana dan Mr. Achmad Soebardjo, kemudian Kunto dan Achmad Soebardjo ke Rengasdengklok untuk menjemput Soekarno, Hatta, Fatmawati dan Guntur. Achmad Soebardjo mengundang Bung Karno dan Hatta berangkat ke Jakarta untuk membacakan proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur No. 56. Pada tanggal 16 Agustus tengah malam rombongan tersebut sampai di Jakarta. 

Halaman:

Editor: Paulus Jehaman

Tags

Terkini

Presiden Joko Widodo Menegaskan Urgensi Reformasi Hukum

Senin, 26 September 2022 | 12:53 WIB

Terkait Kasus Lukas Enembe, KPK Panggil Dua Orang Saksi

Senin, 26 September 2022 | 12:30 WIB

Terjadi Ledakan di Asrama Polisi Solo Baru

Senin, 26 September 2022 | 12:09 WIB

Toko Harapan di Ruteng Diduga Tampung Rokok Ilegal

Senin, 26 September 2022 | 10:11 WIB

Aksi Solidaritas Warga Colol Bangun Jembatan Gantung

Senin, 26 September 2022 | 08:27 WIB
X