Korupsi Dana Bansos dan PIP Berjumlah Ratusan Juta! Oknum Kepsek di Mabar Terancam Pidana 20 Tahun

- Rabu, 14 September 2022 | 18:42 WIB
Diduga Korupsi Dana BOS dan PIP Senilai Ratusan Juta Rupiah, Kepsek SMPN 2 Pacar Ditahan Kejari Mabar (Foto: PostNTT)
Diduga Korupsi Dana BOS dan PIP Senilai Ratusan Juta Rupiah, Kepsek SMPN 2 Pacar Ditahan Kejari Mabar (Foto: PostNTT)

 

Floreseditirial.com- Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Manggarai Barat Dwi Mucolono memberikan keterangan pers terkait penahanan tersangka oknum kepala sekolah  Menengah Pertama Negri (SMPN) 2 Pacar dengan dugaan kasus tindak pidana korupsi.

Diketahui, oknum Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Pacar itu berinisial FCM, ditahan Kejaksaan Negeri Kabupaten Manggarai Barat pada Rabu (14/9/22), dengan kasus duggan tindak pidana korupsi dana bantuan operasional sekolah(BOS) dan dana program Indonesia pintar (PIP) .

Dalam perkara ini kejaksaan menilai FCM sudah menikmati dana sebesar RP.653.473.536, (enam ratus lima puluh tiga juta empat ratus tujuh puluh tiga ribu lima ratus tiga puluh enam rupiah).

Baca Juga: Diduga Korupsi Dana BOS dan PIP Senilai Ratusan Juta Rupiah, Kepsek SMPN 2 Pacar Ditahan Kejari Mabar

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Manggarai Barat Bambang Dwi Mucolono mengatakan, FCM sudah ditetapkan sebagai tersangka karena diduga sudah melakukan tindak pidana korupsi dana BOS dan dana PIP di tahun anggaran 2018 hingga 2020 lalu.

"Dari hasil Penyidikan perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan Bantuan Dana PIP (Program Indonesia Pintar) dan Dana BOS di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Pacar Tahun Anggaran 2018 s/d 2020, berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Manggarai Barat Nomor : Print- 234/IN.3.24/Fd.1/04/2022 tanggal 19 April 2022 Jo Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Manggarai Barat Nomor Print-390/IN.3.24/Fd.1/08/2022 tanggal 16 Agustus 2022, Tim Penyidik telah
memperoleh minimal 2 (dua) alat bukti sah yang menerangkan dugaan perbuatan melawan hukum dan/atau penyalahgunaan kewenangan yang merugikan keuangan negara," jelas Kajari Bambang.

Dia juga menuturkan, FCM diduga melakukan modus pengadaan fiktif, sehingga terjadi tumpang tindih anggaran dengan menyalahgunakan dana BOS tersebut.

Baca Juga: Diduga Korupsi Pembangunan Gereja, Bupati Mimika Ditangkap KPK di Jayapura

Terhadap tersangka, lanjut dia, tersangka telah melanggar ketentuan Kesatu, Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi;

Dan yang Kedua, Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun
2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Bahwa sebagai tindak lanjut atas penetepan tersangka tersebut, pada hari Rabu tanggal 14 September 2022, berdasarkan Surat Perintah Penahanan
Kepala Kejaksaan 462/N.3.24/Fd.1/09/2022 tanggal 14 September 2022, kami telah melakukan penahanan terhadap tersangka FCM dengan jenis penahanan RUTAN selama 20 (dua puluh) hari kedepan atau sampai batas waktu yang telah ditentukan sebagaimana dalam ketentuan KUHAP," jelasnya. Dikutip POSNTT.com( (14/9/22).

Baca Juga: Terlibat Dugaan Kasus Korupsi Seorang PNS di Kota Semarang Ditemukan Tewas Tanpa Kepala

Terkait dengan kasus Dugaan Korupsi ini, Kajari Bambang mengatakan, adapun ancaman pidana terhadap tersangka FCM yakni minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.***

Halaman:

Editor: Maria H.R Waju

Tags

Terkini

Alur Pendaftaran UTBK SNBT 2023, Simak ya!

Jumat, 24 Maret 2023 | 10:50 WIB

Link Pendaftaran UTBK SNBT 2023, Buruan Daftar!

Jumat, 24 Maret 2023 | 09:59 WIB

Jadwal Lengkap SNBT 2023, Jangan Skip ya!

Jumat, 24 Maret 2023 | 09:55 WIB

Cara Daftar UTBK SNBT 2023, Berikut Ulasannya

Jumat, 24 Maret 2023 | 09:23 WIB

Berikut Materi UTBK SNBT 2023, Simak yuk!

Jumat, 24 Maret 2023 | 09:05 WIB
X