11 Pasal Kontroversi UU KUHP yang Mengancam Kemerdekaan Pers dan Demokrasi

- Kamis, 8 Desember 2022 | 22:39 WIB
Islustrasi Jurnalis Aceh tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) tolak RKUHP, lantaran dinilai mengekang kebebasan pers
Islustrasi Jurnalis Aceh tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) tolak RKUHP, lantaran dinilai mengekang kebebasan pers

Floreseditorial.com - Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) telah disetujui bersama oleh DPR RI dan Pemerintah untuk disahkan menjadi UU KUHP dalam sidang paripurna DPR RI, Selasa 6 Desember 2022 di Jakarta.

Dewan Pers menyayangkan keputusan itu diambil dengan mengabaikan minimnya partisipasi dan masukan masyarakat, termasuk komunitas pers.

Mengingat masih terdapat pasal-pasal krusial
yang menjadi ancaman bagi pers dan wartawan.

Baca Juga: Larangan Berzina Membuat Pengusaha Hotel Khawatir

Sejumlah pasal dalam UU KUHP tersebut sungguh mengancam kehidupan berdemokrasi di Indonesia.

Kemerdekaan pers dan kebebasan berekspresi kini menghadapi upaya pembungkaman.

Pers sebagai pilar demokrasi yang bekerja untuk memenuhi hak masyarakat atas informasi yang bermakna akan lumpuh karena berhadapan dengan ancaman kriminalisasi oleh pasal-pasal UU KUHP.

Dalam demokrasi, kemerdekaan pers harus dijaga, salah satunya dengan memastikan tidak adanya kriminalisasi terhadap wartawan.

Perlindungan itu dibutuhkan agar wartawan dapat bebas menjalankan tugasnya dalam mengawasi (social control), melakukan kritik, koreksi, dan memberikan saran-saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan kekuasaan.

Halaman:

Editor: Redaksi FEC Media

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KIB Diyakini Segera Matangkan Capres-Cawapres

Selasa, 31 Januari 2023 | 21:19 WIB
X