Hati-Hati! Demam Babi Afrika Meningkat, Babi Dilarang Masuk Kupang dan Flores Timur!

- Senin, 23 Januari 2023 | 15:45 WIB

Kobaran.com - Puluhan ekor babi milik peternak di Kupang dan Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mati mendadak. Beberapa di antaranya diduga akibat terjangkit virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika.

Dinas Peternakan Kupang mencatat 48 ekor babi mati di Kupang. Berdasarkan hasil observasi, babi yang mati mendadak menunjukkan gejala klinis demam tinggi dengan suhu tubuh di atas 39 derajat celsius. Selain itu, nafsu makan babi hilang, tubuhnya lemas, dan muncul bercak kemerahan di sekujur tubuhnya.

Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur melarang masuknya babi hidup, daging babi, hingga berbagai olahan babi seperti sei, sosis, kerupuk kulit, dan lainnya. Langkah itu menyusul babi mati terjangkit virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika di daerah tersebut.

Baca Juga: Harumnya Soft Banget, Nih! Berikut 3 Merk Parfum Wanita Terbaik, Bikin Kamu Harum Sepanjang Hari
"Untuk memasukkan ternak babi maupun hasil olahan kami larang dulu, ada instruksi gubernur juga," kata Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Flores Timur Sebas Sina Kleden, Rabu (18/1/2023).

Sebas mengatakan larangan itu sudah tertuang dalam surat tertanggal 16 Januari 2023. Selain melarang distribusi daging babi sakit ataupun mati akibat sakit, para peternak juga dilarang memberi makan ternak babi dari sisa-sisa makanan atau bekas cucian yang mengandung babi.

Diketahui, 30 ekor babi di Flores Timur mati dalam sebulan terakhir. Beberapa di antaranya terjangkit virus ASF. Babi yang mati itu merupakan bantuan dari Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian untuk tiga kelompok peternak di Flores Timur.

Total babi bantuan tersebut sebanyak 50 ekor dan dikirim dari Bali melalui Satuan Kerja (Satker) Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijaukan Pakan Ternak Denpasar. Babi itu mulai mati sehari setelah tiba di Flores Timur.

Baca Juga: Menjelang Valentine! Inilah Rekomendasi Lipstik Waterproof yang Tahan Lama, Buat Bibirmu Seksi di Hari Spesial

Kini 20 ekor babi yang masih hidup sedang dikarantina untuk mencegah penularan virus meluas terhadap babi lokal di sana. "Kami isolasi, karantina sisa babi yang 20 ekor itu dan lakukan pencegahan kepada babi-babi lokal di sini,".

Halaman:

Editor: Maria H.R Waju

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KIB Diyakini Segera Matangkan Capres-Cawapres

Selasa, 31 Januari 2023 | 21:19 WIB
X