Batas Halal Praktik Homoseksualitas Dalam Pernyataan Paus Fransiskus Bukanlah Sebuah Kejahatan

- Rabu, 25 Januari 2023 | 21:28 WIB
Pandangan Paus Fransiskus mengenai undang-undang homoseksualitas (Istimewa/Lintas Pewarta)
Pandangan Paus Fransiskus mengenai undang-undang homoseksualitas (Istimewa/Lintas Pewarta)

Floreseditorial.com- Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) menjadi topik hangat dan semakin marak diperbincangkan, baik di Indonesia pada khususnya, maupun dunia pada umumnya.

Namun satu hal yang menjadi pertanyaan adalah, "Bagaimana perspektif hukum mengenai LBGT di Indonesia ?

Muncul berbagai pro dan kontra mengenai golongan LGBT. Mereka yang pro menyatakan, bahwa negara dan masyarakat harus mengkampanyekan prinsip non diskriminasi antara lelaki, perempuan, transgender, pecinta lawan jenis (heteroseksual) maupun pecinta sesama jenis (homoseksual).

Baca Juga: Kehadiran NLE Diharapkan dapat Tingkatkan Efisiensi Logistik Nasional

Sebaliknya, mereka yang kontra menyatakan, bahwa negara dan masyarakat harus berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan upaya preventif terhadap gejala LGBT yang akan membahayakan generasi masa depan Indonesia.

Oleh sebab itulah, posisi strategis pemerintah dalam hal ini sangat diperlukan untuk menangani polemik LGBT secara langsung agar tak terjadi disintegrasi bangsa.

Baru baru ini pernyataan Paus Fransiskus yang mengkritik undang-undang terkait kriminalisasi homoseksualitas sebagai hal yang tidak adil menjadi viral di media sosial.

Dia mengatakan bahwa Tuhan mencintai semua anak-Nya sebagaimana adanya dan meminta para uskup Katolik yang mendukung undang-undang tersebut untuk menyambut orang-orang LGBTQ ke dalam gereja.

"Menjadi homoseksual bukanlah sebuah kejahatan," kata Paus, dikutip kompas.com (26/1/22).

Baca Juga: Wow, 5 Rekomendasi Bedak Padat Terbaik Untuk Usia 40-an

Paus mengakui bahwa para uskup Katolik di beberapa bagian dunia mendukung undang-undang yang mengkriminalisasi homoseksualitas atau mendiskriminasi komunitas LGBTQ.

Dia sendiri juga menyebut masalah ini sebagai sebuah dosa. Namun Paus mengaitkan sikap seperti itu dengan latar belakang budaya, dan menyebut para uskup perlu menjalani proses perubahan untuk mengakui martabat setiap orang.

“Para uskup ini harus memiliki proses pertobatan,” katanya, seraya menambahkan bahwa mereka harus menerapkan kelembutan.

"Tolong, bersikap lembut, seperti yang Tuhan lalukan untuk kita,” tambahnya.

Sekitar 67 negara atau yurisdiksi di seluruh dunia mengkriminalkan aktivitas seksual sesama jenis konsensual, 11 di antaranya dapat atau memang menjatuhkan hukuman mati, menurut The Human Dignity Trust.

Halaman:

Editor: Maria H.R Waju

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Siswa SD di Kupang Bawa Senjata Api ke Sekolah

Sabtu, 27 Mei 2023 | 18:30 WIB
X