Floreseditorial.com - Terkait wacana pungutan dana pelantikkan Kepala Desa pada 14 Februari 2023 mendatang, Kim Taolin Wakil Bupati Malaka berkomentar. Pernyataan Kim Taolin soal wacana pungutan yang dibebankan ke Kepala Desa terpilih cukup tegas.
Kim Taolin menyesali sikap dan keputusan Kepala Dinas PMD Malaka, terkait pemungutan tersebut. Menurut Kim Taolin, hal itu adalah perbuatan yang tidak terpuji dan memberikan kesan buruk kepada masyarakat.
"Model seperti ini, ajar Kepala Desa baru mereka untuk korupsi. Mereka sudah pasti tidak ada uang lagi, karena kemarin sudah habis - habisan di Pilkades. Lalu mau pelantikkan kita pungut lagi mereka. Pasti mereka pinjam uang di orang dan itu ada bunga. Setelah dilantik kemungkinan besar dia pasti putar otak untuk tutup utang," kata Kim Taolin, Sabtu (4/1/2023).
"Jangan ajar Kepala Desa baru untuk korupsi," tegas Kim Taolin.
Diketahui, besaran pungutan yang dibebankan untuk Kepala Desa baru sejumlah Rp. 1.250.000, kain tenun sarung jenis Marobo (2 sampai 5 juta), dan selendang. Sedangkan jumlah Kepala Desa yang akan dilantik adalah 118 Kepala Desa. Diduga, biaya yang rencana dikumpulkan tersebut untuk acara pelantikkan Kepala Desa pada 14 Februari mendatang. ***
Artikel Terkait
Upaya Penurunan Stunting, Bupati Malaka Tegaskan Agar Terjun Ke Masyarakat
Masih Ingat Korban Banjir Numponi? Kini Bupati Malaka Kunjungi Keluarganya
Mendadak, Bupati Malaka Lihat Langsung Kondisi Kantor Dinas Pertanian
Dorong Swasembada Pangan, Bupati Malaka Turun ke Kebun dan Ajak Masyarakat Giat Bekerja
Mobil Ambulance Bantuan Martinus Siki, Melayani Masyarakat Malaka, Gratis!
10 SD Swasta Terbaik Di Kabupaten Malaka NTT
Gabriel Yustus Seran, Sosok Muda Dibalik Suksesnya Mukercab PKB Malaka
Yudith Novita Manek, Srikandi PKB Malaka, Staf Ahli DPR RI Edward Tannur
Usai Pensiun, Guru Agama Katolik di Malaka Ini Maju Calon Legislatif Lewat PKB
Samuel Fahik Bos Sanxel Malaka, Kader Potensial PKB Dapil l