Headline News

Senin, 20 Januari 2020 - 10:52 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Aksi demonstrasi menolak pemindahan Dermaga Niaga yang semula direncanakan dibangun Di Bari Kecamatan Macang Pacar menuju ke Rangko Labuan Bajo (Foto: TeamYPF/Andre Kornasen)

Aksi demonstrasi menolak pemindahan Dermaga Niaga yang semula direncanakan dibangun Di Bari Kecamatan Macang Pacar menuju ke Rangko Labuan Bajo (Foto: TeamYPF/Andre Kornasen)

Presiden Didesak Batalkan Rencana Pembangunan Pelabuhan Peti Kemas di Rangko

Floreseditorail.com, Labuan Bajo – Aksi demonstrasi menolak pemindahan Dermaga Niaga yang semula direncanakan dibangun Di Bari Kecamatan Macang Pacar menuju ke Rangko Labuan Bajo mewarnai kunjungan Presiden Republik Indonesia di Labuan Bajo, Flores – NTT, Senin (20/01/2020).

Masyarakat yang tergabung dari berbagai Elemen ini mendesak Presiden Jokowi untuk membatalkan rencana pembangunan pelabuhan peti Kemas
di Rangko, Labuan Bajo.

Pantauan media, ratusan massa aksi memadati halaman kantor Bupati Manggarai Barat sejak Pukul 09.00 WITA dan menyampaikan orasinya penolakan pembangunan dermaga Niaga Rangko.

Markus Erasmus Tengajo, Kordinator aksi penolakan rencana pemindahan Dermaga Niaga dalam orasinya menyampaikan bahwa Pilihan tunggal Liwuliang di Bari sebagai lokasi pelabuhan niaga
diamankan melalui Perda No.9/2012 tentang Tata Ruang Wilayah Kabupaten
Manggarai Barat Tahun 2012-2032.

“Pasal 10 ayat 3 huruf a) berbunyi: Pelabuhan Pengumpul yaitu
Pelabuhan Niaga/Peti Kemas adalah di Desa Bari Kecamatan Macang Pacar, Lalu Pasal 10 ayat 3 huruf b) berbunyi Pelabuhan Penumpang dan Pelabuhan Wisata Internasional adalah di Labuan Bajo dan Perda ini berlaku sampai hari ini dan belum direvis” katanya.

Senada disampaikan Evaristus Enggo. Kata dia untuk warga masyarakat Kecamatan Macang Pacar dan warga masyarakat Manggarai Barat Dapil II pada umumnya (Kec.Pacar, Ndoso, Kuwus dan Kuwus Barat), rencana pembangunan pelabuhan niaga di Bari telah menjadi berita gembira.
Perwujudan berita gembira ini telah dinanti sejak tahun 2011.

Kata Enggo, Keuntungan ekonomi yang merembes kepada mereka juga tidak akan luar biasa banyak.

“Akan tetapi bagi mereka, biar imbas keuntungannya sedikit ketimbang tidak ada sama sekali. Hadirnya pelabuhan niaga ini, sekurang-kurangnya jalanraya, listrik dan air akan diperhatikan oleh negara di kawasan ini” ungkapnya saat orasi di depan Kantor Bupati Manggarai Barat.

Dalam orasinya, pihaknya juga
mendesak Kepolisian, KPK, dan Kejari untuk menyelidiki kejahatan dalam proses pemindahan pembangunan peti kemas/niaga dari Bari Kerangko/Manjerite.

Mereka juga menuntut pemerintah daerah dan pemerintah pusat agar membangun dermaga niaga sesuai dengan perda No.9 pasal 10 tahun 2012 serta mendesak presiden jokowi untuk membatalkan rencana pembangunan pelabuhan peti kemas/niaga di Rangko

Laporan : Andre Kornasen / Edi Risal

Artikel ini telah dibaca 1391 kali

Baca Lainnya
x