News

Kamis, 20 Juni 2019 - 19:34 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Puluhan lapak di pasar rakyat Ranaloba-Borong ditinggalkan para pedagang

Puluhan lapak di pasar rakyat Ranaloba-Borong ditinggalkan para pedagang

Puluhan Kios Pasar Rakyat Borong Tutup Ditinggal Pemilik

Floreseditorial.com, Borong – Puluhan kios di Pasar Borong ditinggalkan pedagang. Menjamurnya pedagang kaki lima pinggir jalan, tumpukan sampah yang menghasilkan aroma tidak sedap, cuaca dalam pasar yang panas, hingga sepinya pembeli menjadi alasan pedagang meninggalkan lapak dan kios di Pasar rakyat Borong

Akibatnya, pasar semi modern bertingkat yang di bangun dengan dana miliaran rupiah itu, terbengkalai.

Pantauan media di lapangan, dari 17 unit ruko bagian dalam pasar rakyat Borong, tak satu unitpun digunakan oleh pedagang, tak terhitung jumlah lapak sayur yang ditinggal pedagang.

Informasi yang dihimpun media, lapak sayur dan Ruko yang kosong di pasar tersebut memang ditinggal pedagang, lantaran penjualan sedang sepi.

“Jualan disini sepi pak. Itu yang membuat banyak pedagang mengeluh dan memilih untuk pindah jualan ke simpang Jalan Raya Borong dan ke tempat lain,” ujar Hasnah, salah seorang pedagang pasar, Kamis (20/06).

Puluhan ruko di pasar rakyat Borong ditinggalkan para pedagang (Foto: TeamYPF/Andre Kornasen)

Kios dan lapak tersebut, kata Hasnah, sudah lama tidak ditempati para pedagang lantaran pembeli lebih suka berbelanja di lapak pedagang kaki lima (PKL) dan di pasar yang berada di pinggir jalan.

“Kami sempat jualan di sini selama enam bulan atau tak lama selesai dibangun dan diresmikan. Itu pun karena diperintahkan pengelola pasar. Kalau ada pembeli, tentu kami tetap bertahan di sini. Tapi kalau sepi, kami terus merugi,” keluhnya.

Warga Kelurahan Ranaloba Kecamatan Borong itu menceritakan, yang membuat pedagang merasa kecewa, pengelola pasar tidak mencarikan solusi agar pembeli mau kembali berbelanja di pasar rakyat Ranaloba. Mereka justru tutup mata ketika pedagang membangun kios baru di pinggir jalan yang letak lokasinya berhadap-hadapan dengan pasar. Hal ini membuat para pedagang geram.

“Sekarang di bagian samping pasar sudah ada kios baru, di jalan masuk ke pasar dari simpang Koramil menjamur PKL. Padahal, dulu kami diusir berdagang di sana dan direlokasi ke kios baru di pasar, dengan alasan agar lebih tertata rapi,” jelasnya.

Keluhan lain juga disampaikan pedagang ikan, Abdulah, bahwa pengelola pasar tak mampu memagar jalan menuju ke pasar. Pemerintah seharusnya mengalokasikan anggaran, untuk pemagaran jalan dipinggir jalan sekitar pasar sehingga pedagang liar tak nekad lagi berjualan disana.

Banyak ruko dan lapak di pasar rakyat Ranaloba-Borong ditinggalkan para pedagang (Foto: TeamYPF/Andre Kornasen)

“Dalam hal ini kita (pedagang) merasa dirugikan. Tapi sepertinya pemerintah tidak memerhatikan nasib kami, padahal ada retribusi yang harus kami bayar setiap tahun,” tutupnya.

Laporan : Andre Kornasen

Artikel ini telah dibaca 62 kali

Vidio Populer
Baca Lainnya
x