News

Selasa, 6 November 2018 - 09:24 WIB

8 bulan yang lalu

logo

Ratusan umat berdoa ke Gua Alam Linga Woja (Foto: TeamYPF)

Ratusan umat berdoa ke Gua Alam Linga Woja (Foto: TeamYPF)

Ratusan Umat Berziarah Ke Gua Alam Liang Woja

Ratusan umat duduk berteduh kusuk di dalam gua batu alam Liang Woja yang tereletak di Dusun Golo, Desa Golo, Kecamatan Cibal, Rabu, 31 Oktober 2018 merupakan umat paroki RII yang sedang berziarah. Sebagian umat paroki mengakhiri doa rosario pada bulan Oktober dengan berdoa di gua alam ini.

Di tengah keheningan suasana yang adem dan bersahabat, terdengar iringan madah dan pujian yang menggeleparkan suasana batin dan pikiran. Iringan pujian yang dimadahkan kepada perempuan pasif yang asri itu sungguh hikmat.

Seperti yang disaksikan oleh media ini, tampak seorang lelaki berjubah panjang sedang memimpin misa penutupan bulan maria tersebut. Ia adalah pastor paroki RII-Beamese.

Rm. Agus Rame adalah pastor paroki yang selalu mengantar umatnya untuk berziarah ke tempat-tempat ziarah rohani. Tempat rohani itu pun bagi beliau tidak selamanya berada di luar wilayah paroki, tetapi lebih khusus beliau tekankan untuk sesering mungkin mengunjungi tempat ziarah yang berada di wilayah paroki sendiri.

Loading...

“Untuk menemukan kedamaian dan ketenangan batin, maka kita harus sering-sering berkunjung ke tempat rohani. Di sana akan kalian temukan kedamaian dan suka cita yang luar biasa”, tutur Pastor paroki yang mengumat itu.

Antusias umat paroki Rii sungguh nampak. Para pelajar pun bersorak riang dalam suasana yang penuh kendali.

Umat stasi nimbong, stasi pinggang, dan stasi golo merupakan perwakilan seluruh umat Paroki Rii.

Keheningan yang menjamah semua hati pengunjung menjadikan gua alam Liang Woja dijadikan sebagai gua wisata yang tak pernah habis dikisahkan dengan kata-kata.

Keunikan alam yang terkadang membatasi logika berpikir manusia seringkali menjadi bahan refleksi bagi setiap pengunjung atas besarnya kuasa Yang Maha Besar.

Diketahui bahwa gua Liang Woja tersebut berjarak seratus meter dari Kampung Golo. Akses masuk menuju tempat ziarah wisata itu sangat menunjang. Pemda Manggarai melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai telah mengkucurkan dana untuk membangun akses masuk menuju tempat wisata tersebut.

Jalan stapak yang penuh indah di antara tengah-tengah sawah membuat suasana menuju tempat wisata ini tidak jenuh.

Keindahan gua yang dibentuk secara alami dari proses stalaktik dan stalagmit melahirkan berbagai variasi bentuk batu alam. Ada batu yang berbentuk seperti plafon rumah, ada yang berbentuk sawah, ada pula bentuk batu alam seperti candi mesjid, dan masih banyak lainya yang tidak kalah menarik dipandang.

Luas gua yang diperkirakan seperti luas stadion bola kaki berstara internasional itu membuat para pengunjung atau yang berziarah rohani di tempat itu tidak cepat jenuh. Kesejukan air yang terlahir dari rahim batu alam itu sungguh adem.

Lucius Ondor selaku guru pada Sekolah Menengah Pertama Negeri Lima Cibal merasa antusias dengan keiatan yang dilakukan oleh pastor paroki RII tersebut. Beliau mengapresiasi semangat dan kerja keras beliau dalam mengantar umatnya menuju tempat-tempat ziarah.

“Saya sangat bangga dengan pastor paroki, Rm. Agus Rame. Semangat beliau mengantarkan kami untuk menemukan kedamaian dan suka cita”, ungkap lucius saat ditemui oleh floreseditorial.com di halaman kampung Golo.

Setiap pengunjung ataupun peziarah yang mengunjungi tempat tersebut selalu diterima dengan ramah oleh warga Dusun Golo. Keramahan warga Kampung Golo saat menerima tamu sangat luar biasa. Sikap respek dan empati mereka sangat nampak.

Laporan : Hardy Sungkang

Artikel ini telah dibaca 16743 kali

Baca Lainnya