News

Jumat, 21 Juni 2019 - 11:48 WIB

4 minggu yang lalu

logo

Haji Muhammad Nasar - Oskar Parera Manggalangge (Ist)

Haji Muhammad Nasar - Oskar Parera Manggalangge (Ist)

Sejumlah Kalangan di NTT Serukan Tolak Kekerasan dan Kerusuhan

Floreseditorial.com – Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang diajukan pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden RI Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi), saat ini sedang berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK). Semua pihak berharap, proses ini berjalan dengan baik.

Yang tidak kalah penting, masyarakat mengharapkan agar para pihak terkait nantinya dapat menerima apapun yang menjadi keputusan MK. Jangan sampai karena keputusan MK yang tidak sesuai harapan, justru direspon dengan aksi demonstrasi yang berbuntut kekerasan dan kerusuhan seperti peristiwa 21-22 Mei lalu.

“Kami selaku tokoh pemuda Ende, menolak keras segala bentuk aksi kekerasan termasuk kerusuhan seperti yang terjadi tanggal 21-22 Mei lalu. Mari kita semua mengikuti proses yang saat ini berjalan di Mahkamah Konstitusi, dan menghormati apapun yang menjadi keputusan Hakim Mahkamah Konstitusi nantinya,” ajak Ahmad Selayar, tokoh pemuda Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), di Ende, Kamis (20/6/2019).

Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya di Kecamatan Ende Selatan, agar senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan, demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Mari bersama – sama kita menjaga persatuan dan kesatuan, merawat kerukunan dalam hidup berbangsa dan bernegara, demi keutuhan NKRI,” pungkasnya.

Loading...

Penolakan terhadap kekerasan dan kerusuhan juga disampaikan oleh sejumlah tokoh agama, adat hingga pemuda di berbagai daerah di NTT, sebagaimana terjadi pada tanggal 21-22 Mei lalu di Jakarta.

“Kami menyatakan dengan tegas bahwa setop kekerasan dan kami menolak kerusuhan seperti yang terjadi tanggal 21-22 Mei kemarin,” kata Haji Muhammad Nasar, tokoh agama Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), di Maumere, Kamis (20/6/2019).

Ia menyerukan hal tersebut, menyusul adanya isu bahwa akan ada demo kembali saat Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan hasil sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019. Saat ini, sidang PHPU ini masih berlangsung di Gedung MK.

“Kami berharap, kita semua bisa menyerahkan proses ini kepada Mahkamah Konstitusi. Dan yang lebih penting, semua pihak nantinya bisa menerima apapun yang menjadi keputusan Hakim Mahkamah Konstitusi,” ujarnya.

Haji Muhammad Nasar pun mengajak seluruh masyarakat, khususnya di Kabupaten Sikka, agar senantiasa menjaga dan merawat keberagaman dalam hidup berbangsa dan bernegara demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal tak jauh berbeda juga dilontarkan Oskar Parera Manggalangge, tokoh adat Kabupaten Sikka, yang ditemui secara terpisah.

“Kami menolak yang namanya kekerasan, termasuk kerusuhan seperti yang terjadi di Jakarta tanggal 21-22 Mei lalu,” tandas saksi ahli Hukum Adat di Pengadilan Negeri Maumere ini.

Ia berharap seluruh masyarakat dapat menjaga kondusivitas selama sidang PHPU Pilpres 2019 berlangsung di MK. Selain itu, para pihak terkait juga diharapkan dapat menerima apapun yang menjadi keputusan Hakim Mahkamah Konstitusi nantinya.

“Apapun keputusan hakim, harus diterima. Itu yang terbaik. Mari kita bergandengan tangan dalam menjaga kesatuan dan persatuan serta merawat keutuhan dan kedamaian kita dalam bingkai NKRI,” pungkas Oskar Parera.

Laporan : Sista Putri, Nikolaus Tari

Artikel ini telah dibaca 250 kali

Baca Lainnya