News

Jumat, 7 Februari 2020 - 12:43 WIB

5 bulan yang lalu

logo

Maksimilianus Kolbey, sekretaris RSUD Ben Mboi saat berada di Kantor Bawaslu Kabupaten Manggarai (Foto: TeamYPF/Adrian Juru)

Maksimilianus Kolbey, sekretaris RSUD Ben Mboi saat berada di Kantor Bawaslu Kabupaten Manggarai (Foto: TeamYPF/Adrian Juru)

Sekretaris RSUD Ben Mboi Enggan Berkomentar Usai 90 Menit Diperiksa Bawaslu Manggarai

Floreseditorial.com, Ruteng – Sekertaris Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ben Mboi Ruteng Maksimilianus Kolbey enggan memberikan komentarnya pada wartawan sesaat setelah selesai diperiksa oleh Badan Pengawas Pemilihan umum (Bawaslu) kabupaten Manggarai, Juma’at (07/2/2020).

Mili dipanggil untuk mengklarifikasi terkait kasus dugaan intimidasi terhadap pegawainya di rumah sakit Ben Mboi Ruteng beberapa waktu yang lalu.

Pantauan media, Mili diperiksa oleh dua komisioner Bawaslu Manggarai yaitu oleh Kordiv Pencegahan, Humas dan Hubungan antar Lembaga Herybertus Harun dan Kordiv Hukum dan Penindakan Pelanggaran Pemilu Fortunatus Hamzah Manah selama kurang lebih 90 menit (satu setengah jam).

Mili datang dengan mobil Fortuner dengan nomor polisi B 1969 BJP.

Setelah keluar dari ruangan pemeriksaan di Devisi Hukum Pelanggaran dan Pencegahan, Ia sempat keluar dari kantor Bawaslu namun karena diikuti para wartawan Mili menghindar dan masuk ke dalam kantor lagi.

“Ayo di dalam saja. Jangan di luar sini,” singkatnya, Juma’at (07/2/2020).

Sekertaris RS. Ben Mboi Ruteng asal Cibal itu, akhirnya kembali masuk ke dalam ruangan media center Bawaslu kabupaten Manggarai. Setelah sekitar 30 menit Mili keluar dan bertanya kepada wartawan.

Boto manga rei Kole tong (supaya tidak ada pertanyaan lagi),” ucap Mili.

Ketika ditanya para wartawan terkait rekaman yang beredar dan menyebut nama Bupati Deno, Mili langsung keluar dari kantor Bawaslu Kabupaten Manggarai. Saat itu juga wartawan kembali mengikutinya namun Mili tidak sedikitpun memberikan komentar lalu masuk ke dalam mobil dan meninggalkan kerumunan awak media.

Diketahui, Mili diduga mengintimidasi pegawainya untuk memilih bakal calon Bupati incumbent dipilkada Manggarai mendatang. Hal ini dilakukan Mili menanggapi postingan suami MIN (24) di Facebook yang menulis akronim H²N yang merupakan akronim salah bakal calon Bupati dan wakil Bupati di pilkada Manggarai mendatang.

Kepada media ini suami MIN (24) yang berinisial CC mengatakan statusnya itu tidak bermaksud untuk menganggu pihak yang lain. Apalagi kata dia, jika istrinya harus menjadi korban.

CC menceritakan bahwa istrinya itu (MIN 24) sampai menangis karena dibentak oleh atasannya itu Maksimilianus Kolbey sekertaris rumah sakit Ben Mboi Ruteng.

“Tidak ada hubungannya status saya dengan pekerjaan istri saya. Waktu di bentak itu hari, dia menangis dengan saya dan merasa tertekan,” cerita CC, Kamis (06/2/2020).

Di ruangan media center Bawaslu Kabupaten Manggarai Kordiv Heribertus dan Kordiv Fortunatus Hamzah Manah memberikan keterangan jumpa pers.

“Untuk hari ini kami panggil yang bersangkutan untuk mengklarifikasi. Terkait apa hasil pemeriksaannya, hal itu belum bisa kami sampaikan sebab kami harus menelaah dulu persoalannya,” Jelas Alfhan, (07/2/2020).

Senada disampaikan Herybertus Harun. Ia menjelaskan bahwa setiap ASN yang dipanggil dikarenakan hasil temuan pengawasan Panita Pengawas kecamatan (Panwascam) diduga terlibat politik praktis.

“Semua ASN yang kami panggil itu hasil temuan pengawasan Panwascam. Untuk sementara ada 7 orang dan besok (Sabtu 08/02/2020) ada 1 satu orang lagi yang kami panggil,” tukasnya.

Laporan : Adrian Juru

Artikel ini telah dibaca 6166 kali

Baca Lainnya
x