News

Minggu, 14 Juli 2019 - 09:42 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Yohanes Rumat (Ist)

Yohanes Rumat (Ist)

Setelah Pater Marsel, Yohanes Rumat Juga Sayangkan Penolakan BOP Labuan Bajo

Floreseditorial.com, Kupang – Kekecewaan atas penolakan Badan otoritas pariwisata (BOP) Labuan Bajo, Flores, Nusa Tenggara Timur terus datang dari berbagai kalangan.

Setelah sebelumnya, Rohaniawan Pater Marsel Agot yang menyayangkan reaksi atas penolakan BOP Labuan Bajo, hal serupa juga diungkapkan oleh Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Yohanes Rumat.

Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur itu mengungkap bahwa BOP ini sangat penting sebagai salah satu Badan yang merencanakan masa depan pariwisata di Nusa Tenggara Timur.

“Apalagi Badan ini hadir atas Kepres dimana implikasi ke Politik anggaran nya pasti baik,” kata Rumat, Minggu (14/07).

Namun, kata Yohanes Rumat, belum seberapa lama, ada oknum atau masyarakat dengan sadar dan dengan keinginannya menolak BOP secara terbuka dan terang-terangan hanya karena Oknum atau pengurus BOP ini belum nampak hasil kerjanya atau karena dugaan dugaan lain .

“Sesungguhnya kalau karena Oknum atau salah urus maka yang dikeluarkan orangnya atau oknumnya, bukan BOPnya yang dibubarkan,” kata Yohanes.

Menurutnya, jawaban presiden pada pertanyaan awak media atas penolakan BOP di kabupaten Manggarai Barat adalah jawaban diplomasi yang cukup sederhana.

“Sehingga Presiden salah tingkah saat dicecar pertanyaan wartawan dan jawaban diplomasinya sederhana, kalau tidak ada manfaat untuk Rakyat bubarkan saja, kan ada Gubernur dan Bupati. Mampu kah kita untuk meng angarkan ini?,” ungkap Yohanes menyayangkan penolakan terhadap BOP.

Sebelumnya, Peter Marsel Agot menyayangkan keputusan tersebut. Dikatakannya kehadiran BOP LBF di Labuan Bajo sangat bermanfaat bagi sektor pariwisata.

“penolakan itu sebenarnya harus dipikirkan baik-baik, karena kehadiran BOP sangat berguna khususnya di Manggarai Barat, Labuan Bajo dan untuk seluruh Flores.”kata Marsel saat diwawancara via telepon Jum’at. (11/7),siang.

Pater Marsel juga menceritakan bahwa kehadiran BOP sangat terasa di Labuan Bajo, dahulu Labuan Bajo dikenal sebagai daerah termiskin dan terbelakang, dengan kehadiran Labuan Bajo diharapkan sektor pariwisata dapat lebih terkoordinasi, sistematis dan terarah. lanjut Pater Marsel, hanya segelintir orang saja yang menginginkan BOP di tutup, sedangkan sebagian besar masyarakat menginginkan kehadiran BOP.

“Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur selalu dikenal termiskin, terbelakang. Lalu pusat mau keluar dari situsi seperti itu dengan mendirikan BOP. Tentu kehadiran BOP sangat penting dan menjadi rezeki masyarakat di Labuan Bajo. Begitu banyak wilayah lain ingin BOP.” Imbuhnya.

Labuan Bajo masuk dalam 10 besar destinasi prioritas di Indonesia. Bahkan saat ini masuk ke dalam 4 super prioritas bersama dengan Danau Toba, Borobudur dan Mandalika. Ada banyak Kabupaten yang menginginkan untuk terpilih masuk dalam 10 besar destinasi wisata unggulan, namun tidak dapat. Menolak BOP sama dengan membuang rezeki.

Laporan : Jivansi Helmut

Artikel ini telah dibaca 1861 kali

Baca Lainnya