Basilius Teto (Foto: TeamYPF/Yon Sahaja)

Floreseditorial.com, Borong – Kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur, Drs.Basilius Teto, di temui di ruang kerjanya pada Jumat (1/3/ 2019) menjelaskan akan mengedepankan asas keadilan dalam menentukan kebijakan dinas P dan K kedepannya.

Terkait Surat Keputusan (SK) yang sudah di terbitkan oleh Kadis terdahulu, Teto tidak menampik hal tersebut, ia berujar bahwa dirinya tetap mengakomodir para guru tersebut dan tidak membatalkan SK yang sudah di buat oleh Kadis terdahulu.

Selain itu dinas P dan K akan melakukan test untuk melihat track record guru-guru dan latar belakang pendidikannya, sehingga penempatannya sesuai dengan latar belakang pendidikan yang bersangkutan.

“Saya akan kedepankan rapat bersama dalam menentukan kebijakan atau keputusan berasaskan keadilan sehingga kebijakan itu nantinya tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat juga di kalangan guru. Dan saya welcome terhadap masukan atau kritik saran dari masyarakat, rekan-rekan guru dan media massa,”tegas Teto.

Baca:  OMK Wilayah Kapela Roh Kudus Borong, Lakonkan Kisah Sengsara Yesus Dengan Jalan Salib Hidup

“Terkait SK yang sudah di terbitkan Kadis P dan K terdahulu dari 928 orang guru tersebut belum saya lihat dan saya belum tau, berhubung saya baru 5 hari berdinas di sini, dan kalaupun SK tersebut ada maka saya tidak membatalkannya. Mereka tetap di akomodir, gaji mereka tetap kita berikan sambil melihat kinerja serta lama mereka mengabdi sebagai guru,”tambah Teto.

Kadis Teto mangatakan bahwa ia tidak mempunyai kepentingan pribadi dalam mengambil keputusan terkait kebijakan dinas. Hal yang paling penting menurutnya yaitu keadilan bagi semua demi kemajuan Pendidikan di Manggarai Timur.

Baca:  OMK Wilayah Kapela Roh Kudus Borong, Lakonkan Kisah Sengsara Yesus Dengan Jalan Salib Hidup

“Saya tidak mempunyai kepentingan pribadi terkait kebijakan dinas, saya ingin agar semua yang terlibat merasa puas atas kebijakan dinas. Keadilan itu yang paling urgen, agar tidak terjadi polemik atau kisruh yang berkepanjangan,”tandas mantan kepala dinas koperasi dan UKM kabupaten Manggarai Timur itu.

Ia berkomitmen akan tetap mengakomodir para guru yang sudah di berhentikan dan akan melakukan test agar menghasilkan tenaga pendidik yang handal sesuai dengan latarbelakang pendidikannya.

“Dinas akan melakukan test bagi rekan-rekan guru, baik yang sudah lama mengabdi maupun yang baru mengabdi serta mereka yang sudah di berhentikan. Yang pertama kita akan test administrasi yang kedua track record, tahap yang ketiga yaitu test,kemudian kita akan melihat lamanya waktu mengabdi. Kita akan berusaha memberi perhatian lebih untuk guru yang sudah lama mengabdi,”pungkas Teto.

Baca:  OMK Wilayah Kapela Roh Kudus Borong, Lakonkan Kisah Sengsara Yesus Dengan Jalan Salib Hidup

Teto mempersilahkan masyarakat ataupun guru yang ingin memberikan kritik atau masukan untuk datang ke kantornya, dan dirinya siap menerima segala masukan selama masukan dan kritik itu tidak bertentangan dengan undang-undang yang berlaku.

“Saya siap 1 x 24 jam menerima siapa saja yang mau memberikan masukan dan kritikan kepada dinas selama itu tidak bertentangan dengan undang-undang yang berlaku,”tutup Teto.

Laporan: Yon Sahaja

Tinggalkan Balasan