Sarang burung Walet terpantau di huni bayi Walet yang berada di dalam gua Hutan Wisata Ronggo Niki(foto: team YPF)

BORONG,Floreseditorial.com–Hutan Wisata Ronggo Niki yang terletak di Kampung Gurung,desa Ruan,kecamatan Kota Komba,Manggarai Timur di kunjungi Staf Kementrian Pariwisata Republik Indonesia Kasubbid Sadar Wisata,Asdep Pengembangan SDM Pariwisata dan Hubungan Antar Lembaga ibu Arum Damarintyas,S.Sos bersama Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur, Dr. Marius Ardu Jelamu, M.Si.

Kunjungan Staf Kemenpar dan Kadispar Nusa Tenggarai Timur ini dalam rangka Sapta Pesona kegiatan aksi bersih-bersih pada lokasi wisata di Manggarai Timur khususnya di lokasi hutan wisata Ronggo Niki.

Staf Kemenpar,Arum Damarintyas dalam sambutannya mengatakan bahwa hutan wisata Ronggo Niki merupakan aset wisata Manggarai Timur yang harus di jaga agar menjadi salah satu destinasi wisata terindah di Manggarai Timur.

“Hutan Wisata Ronggo Niki ini harus kalian rawat dan harus menjaga kebersihannya,jangan merusak ekosistem yang ada di dalamnya,karena itu merupakan primadona hutan wisata ini.Kerbersihan harus di jaga,jangan buang sampah sembarangan,terlebih sampah plastik yang tidak bisa terurai oleh tanah hingga ratusan tahun,”ucap Arum.

Arum menjelaskan bahwa pola pikir masyarakat harus di rubah jika ingin wisatawan yang datang bisa nyaman dan betah saat mengunjungi lokasi wisata.

“Bapa ibu dan kaum muda harus berbenah mulai sekarang,karena Ronggo Niki kedepannya akan di kunjungi wisatawan manca negara maupun wisatawan lokal,untuk itu bapa ibu bersama kaum muda harus menangkap peluang besar ini dengan membuka home stay ataupun warung kecil- kecilan untuk menambah penghasilan,”ujar Arum.

Staf Kemenpar(berkerudung Hitam) di apit Kadispar NTT dan Plt Dispar Manggarai Timur foto bersama tokoh masyarakat Dusun Gurung sesaat setelah menyerahkan peralatan kebersihan secara simbolis kepada masyarakat(foto: team YPF)

Sementara itu,Stefanus Papu,tokoh adat Dusun Gurung turut mendukung langkah Pemerintah,khususnya bidang Pariwisata untuk memajukan obyek wisata Ronggo Niki di Manggarai Timur.

“Saya sangat mendukung langkah Pemerintah Pusat maupun daerah dalam rangka memajukan wisata di Manggarai Timur,khususnya di Dusun Gurung ini,dan kami berharap agar Pemerintah serius memperhatikan obyek wisata Ronggo Niki ini,”ujar Papu.

Ia melanjutkan bahwa sebagai masyarakt tentu hal ini menjadi kabar gembira bagi seluruh warga desa maupun Manggarai Timur pada umumnya.

“Kami sangat bersyukur karena obyek wisata Ronggo Niki akan di benah,sehingga wisatawan bisa datang ke sini dan penghasilan masyarkat tentu bertambah dengan membuka usaha kuliner maupun home stay guna menampung wisatwan yang ingin menginap,”tutup Papu.

Sementara itu,Kepala Desa Ruan,Sebastianus Jangga turut mendukung langkah Pemerintah Pusat maupun daerah untuk memperhatikan obyek wisata Ronggo Niki.

“Saya selaku kepala Desa Ruan sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Pusat maupun daerah terkait rencana pembenahan lokasi hutan wisata ini,dan saya juga bersyukur kepada masyarakat karena menyerahkan lahan seluas 10 hektare ini kepada Pemerintah untuk di kelola menjadi lokasi wisata,untuk itu saya berharap kedepannya desa ini menjadi salah satu desa maju di Manggarai Timur,”pungkas Jangga.

Nama Ronggo Niki menurut warga setempat berasal dari kata Ronggo dan Niki,Ronggo diartikan sebagai tumpukan ranting-ranting semak dan dedaunan yang sengaja di tutup oleh orang tua dulu guna menghalangi jalan keluar dari burung Kelelawar yang keluar dari sarangnya dalam gua batu,tujuannya tidak lain adalah untuk menangkap Kelelawar.Saat dedaunan dan ranting itu di buka maka Kelelawar akan terbang keluar,saat itulah warga memukul Kelelawar tersebut dengan sebatang kayu dan di bawa pulang untuk di konsumsi,namun saat ini kebiasaan tersebut berangsur hilang.

 

Laporan : Yon Sahaja

Tinggalkan Balasan