Headline Manggarai Barat News Suara Redaksi

Kamis, 21 Mei 2020 - 01:06 WIB

2 minggu yang lalu

logo

Wabup Mabar, drh. Maria Geong, Ph.D. (Foto: Ist)

Wabup Mabar, drh. Maria Geong, Ph.D. (Foto: Ist)

Surat Wabup Mabar Menuai Polemik

(Catatan Redaksi floreseditorial.com)

Menyikapi beragam informasi dan perkembangan situasi yang semakin tidak menentu, Wakil Bupati Manggarai Barat, drh. Maria Geong, Ph.D, tanggal 25 Maret 2020 menyurati Menteri Perhubungan RI melalui surat No.Kesra.440/94/III/2020 perihal Penutupan Pelabuhan Laut dan Bandar Udara, dengan alasan tunggal yakni demi keselamatan jiwa warga masyarakat dari ancaman covid-19.

Adapun alasan penutupan bandar udara dan pelabuhan laut sebagaimana termuat dalam surat tersebut yakni:

Pertama, Berdasarkan gambaran umum dan laporan situasi covid-19 di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) menunjukkan bahwa sampai saat ini belum ada laporan dari tim medis rumah sakit yang mengatakan positif covid-19 (dari hasil pemeriksaan laboratorium terhadap orang terinfeksi covid-19).

Kedua, Berdasarkan data hasil pengamatan yang diperoleh per tanggal 19 Maret 2020, ada 7 Orang Dalam Pemantauan (ODP) covid-19 dan sampai tanggal 25 Maret 2020 terjadi lonjakan jumlahnya menjadi 31 orang atau 42,86%, hanya dalam rentang waktu 8 hari. Semua orang atau pasien dimaksud datang dari luar daerah tertular covid-19 yaitu Denpasar, Jakarta dan Surabaya, dan saat ini dua orang di antaranya sudah berstatus Pasien Dalan Pengawasan (PDP).

Ketiga, Labuan Bajo Ibukota Kabupaten Manggarai Barat dengan populasi penduduk 256.000 jiwa, merupakan pintu masuk utama menuju Pulau Flores. Apabila sejumlah ODP dam PDP tersebut di atas benar-benar positif, maka akan mengancam penduduk Flores dan penduduk NTT pada umumnya. Pada saat ini, 256.000 penduduk Kabupaten Mabar sedang dalam ketakutan.

Keempat, karena covid-19 belum dilaporkan, maka pemahaman tentang covid-19 di kalangan masyarakat serta upaya-upaya mengatasinya masih sangat terbatas. Sedangkan upaya Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) masih sulit dilakukan, karena sekolah dan beberapa instansi lainnya sudah diliburkan dan dibatasi melakukan pengumpulan massa.

Kelima, Persediaan Alat Pelindung Diri (APD) dan fasilitas kesehatan lainnya belum seluruhnya tersedia (masih dalam proses pengadaan dan membutuhkan waktu).

Keenam, Demi keselamatan warga masyarakat Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) dan masyarakat Flores pada umumnya dari infeksi covid-19, maka dengan ini kami nyatakan bahwa Labuan Bajo Kabupaten Mabar tertutup bagi semua orang dari dan menuju Kabupaten Mabar, termasuk Labuan Bajo, baik melalui darat, laut maupun udara. Dengan demikian seluruh kapal penumpang, termasuk kapal penyeberangan Ferry ASDP, kapal penumpang PELNI dan kapal penumpang lainnya serta pesawat udara ditutup pengoperasiannya dalam tenggang waktu sembilan hari, mulai tanggal 25 Maret pukul 01.00 WITA sampai 3 April 2020 pukul 24.00 WITA.

Surat Wakil Bupati Mabar merupakan bagian dari upaya tindaklanjut beberapa surat edaran pemerintah pusat dan instruksi Gubernur NTT, dan surat edaran Menteri Kesehatan No.SR.05.04/1/T5/2020 tanggal 6 Januari 2020 tentang kesiapsiagaan dalam upaya pencegahan penyakit pneumonia dari Republik Tiongkok ke Indonesia. Surat edaran Menteri Kesehatan No.HK.02.02/III/329/2020 Tangal 31 Januari 2020 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap infeksi novel corona virus (2019-nCoV), sebagai kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia (KKMMD)/Public Health Emergency of International Concern (PHEIC). Menindaklanjuti Instruksi Gubernur NTT No. 1 Tahun 2020 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap reaksi penularan infeksi corona virus (covid-19) di provinsi NTT.

Surat Edaran Gubernur NTT No.BU.440/01/Dinkes/2020, sebagaimana telah disikapi Wakil Bupati Manggarai Barat, drh. Maria Geong. Gubernur NTT dalam edarannya berisi tentang kesiapsiagaan menghadapi penyebaran novel corona virus (2019-nCoV) di NTT. Di mana salah satu poinnya yakni langkah-langkah yang perlu adalah, melakukan upaya-upaya pencegahan di pintu masuk (bandara dan pelabuhan) untuk mendeteksi secara dini penumpang yang datang dari daerah terpapar dengan mengoptimalkan pemasangan thermal scanner serta pemberian dan pemantauan Health Albert Card (HAC) sesuai dengan prosedur yang telah dilakukan.

Namun ironisnya, surat Wakil Bupati tersebut segera ditanggapi oleh Kepala Bandara Komodo. Pihak Bandar Udara Komodo menerbitkan surat No.UM.202/03/269/UPBU.Kmd.2020 sebagai respon atas surat Wakil Bupati Mabar. Surat berperihal Tindak Lanjut Surat Pemda Kabupaten Manggarai Barat tanggal 25 Maret 2020. Isinya menegaskan; 1. Mendasari surat Wakil Bupati Manggarai Barat No.Kesra.440/94/III/2020 tanggal 25 Maret 2020, perihal Penutupan Pelabuhan Laut dan Bandar Udara, tanggal 25 Maret 2020.

Dalam uraiannya, pihak Bandar Udara Komodo menyebutkan, memperhatikan butir 1 (satu) di atas dan menimbang lokasi keberadaan Bandara Udara Komodo ada dalam wilayah Kabupaten Manggarai Barat, dapat disampaikan hal-hal sebagai berikut: a. Bandar Udara Komodo Labuan Bajo tetap beroperasi sesuai jenis operasional. b. Agar airlines yang melayani rute penerbangan dari dan ke Bandar Udara Komodo Labuan Bajo, agar mengikuti pembatasan sesuai dengan poin 6 (enam) dari Surat Pemda Kabupaten Manggarai Barat.

Uniknya, Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kantor Unit Penyelenggara Bandara Komodo, pada hari yang sama keluar dua surat dengan isi yang berbeda. Setelah surat pertama di atas diterbitkan, hanya dalam hitungan jam pihak Bandar Udara Komodo keluarkan surat kedua. Surat No.UM.202/03/271/UPBU.Kmd.2020 tanggal 25 Maret 2020, perihal perubahan tanggal efektif tindak lanjut surat Pemda Kabupaten Mabar.

Surat tersebut juga ditujukan kepada beberapa maskapai penerbangan seperti AM PT.Garuda Indonesia, AM PT.Batik Air, AM PT.Wings Air, AM PT.Trans Nusa, AM PT.Nam Air, AM PT.Air Asia, AM PT.Citilink. Isi surat tersebut yakni:

Satu, mendasari surat kami yang terdahulu No.UM.202/03/269/UPBU.Kmd.2020 perihal tindak lanjut surat pemda Kabupaten Manggarai Barat tanggal 25 Maret 2020.

Dua, memperhatikan butir 1 (satu) di atas dan semua hasil koordinasi dengan Pemkab Manggarai Barat/Wakil Bupati Manggarai Barat dan Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Denpasar, serta instruksi terkait lainnya dapat disampaikan bahwa pemberlakuan surat kami terdahulu No. UM.202/03/269/UPBU.Kmd.2020 perihal tindak lanjut surat Pemda Kabupaten Manggarai Barat tanggal 25 Maret 2020, dirubah menjadi mulai tanggal 28 Maret 2020 sampai dengan tanggal 05 April 2020. Surat perubahan jadwal terbang itu ditandatangani oleh Kepala UPBU Komodo, Ir. Ketut Gunarsa.

Surat Wakil Bupati Mabar dan surat Kepala Bandara Udara Komodo menuai kontroversi. Polemik terkait kewenangan penutupan bandara dan pelabuhan laut beserta alasan penutupannya. Di tengah polemik antara hubungan kewenangan pemerintah pusat dan daerah serta upaya-upaya yang dilakukan untuk menghentikan penyebarannya, dari waktu ke waktu jumlah pasien terpapar virus corona justru terus meningkat tajam.

(*)

Artikel ini telah dibaca 430 kali

Baca Lainnya
x