Cheap NFL Jerseys From China Cheap Jerseys Wholesale Jerseys

News Viral

Kamis, 17 September 2020 - 10:48 WIB

5 hari yang lalu

logo

Foto: Ilustrasi (net)

Foto: Ilustrasi (net)

Tak Tahan Ditinggal Suaminya Merantau, Istri di Sikka Selingkuh Dengan Brondong

Sikka, floreseditorial.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Waigete, Polres Sikka mengamankan, MN (35), seorang ibu muda bersama pasangan selingkuhannya, PP, yang masih bujang, Rabu (16/9/2020). Keduanya berasal dari Tuabao, Desa Tuabao, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

MN dan PP, membuang bayi perempuan yang telah meninggal, hasil hubungan gelap mereka, dan berusaha menyembunyikan kematian bayi tersebut.

Kepada floreseditorial.com, Kapolres Sikka, AKPB Sajimin melalui Kasubag Humas Polres Sikka, AKP Petrus Kanisius, menjelaskan, kasus hubungan terlarang, MN dan selingkuhannya PP, serta kasus kematian bayi tersebut, diketahui polisi setelah menerima laporan dari salah seorang warga Tuabao, Patrisius Nong Pit (38), yang melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Waigete, Rabu (16/9/2020).

“Pada Rabu (16/9/2020), telah datang di SPKT Polsek Waigete, seorang laki-laki atas nama, Patrisius Nong Pit, dengan alamat Tuabao, Desa Tuabao, Kecamatan Waiblama. Ia melaporkan kasus pembunuhan/menyembuyikan kematian bayi yang terjadi pada Sabtu (12/9/2020),” kata AKP Petrus Kanisius.

Korban, bayi berjenis kelamin perempuan yang dilahirkan oleh pelaku, MN, seorang ibu tiga anak yang suaminya bekerja di perantauan.

Untuk mendalami kasus ini, polisi telah meminta keterangan tiga saksi warga Tuabao yakni, Maria Nona Once (39), Nikolaus Goleng (40) dan Thomas Tota.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan, kronologi kasus ini berawal dari hubungan terlarang antara, MN dan PP selingkuhannya. Sekitar enam bulan yang lalu, katanya, pelaku bertemu dengan, PP, dan menjalin hubungan asmara alias perselingkuhan. Pelaku dan selingkuhannya sudah sering melakukan hubungan badan layaknya suami istri, hingga pelaku tersebut hamil sekitar enam bulan.

“Pada Sabtu (12/9/2020), sekitar pukul 22.00 Wita, pelaku merasa sakit perut hingga melahirkan seorang bayi perempuan. Bayi tersebut langsung meninggal dunia, sehingga pelaku bersama selingkuhannya langsung memasukkan bayi tersebut di dalam kantong plastik warna biru dan hitam. PP, kemudian keluar dari rumah pelaku menuju kebun saudaranya, Patrisius Nong Pit, dan menguburkan bayi yang sudah meninggal tersebut. Setelah, PP, menguburkan bayi itu, Ia kemudian kembali ke rumahnya,” katanya.

Ia menambahkan, pada hari Senin (14/9/2020), Patrisius Nong Pit (pelapor) bersama seorang saksi, Maria Nona Once, menuju kebun untuk memilih jambu mete yang berlokasi sama dengan tempat pembuangan bayi tersebut. Di lokasi itu, Patrisius, melihat tumpukan batu dan gemburan tanah yang mencurigakan. Ia menduga bahwa ada warga yang menguburkan hewan mati di kebunnya. Ia memutuskan untuk menanyakan hal itu kepada Ketua RT, guna memastikan dugaannya itu. Namun, Ketua RT mengatakan, tidak ada hewan mati di wilayah mereka.

Setelah menanyakan kepada Ketua RT, Patrisius, pulang ke rumahnya. Namun karena memiliki firasat lain, Ia memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut ke Pospol Talibura. Sekembalinya dari Pospol Talibura, Ia mengajak Kepala Desa Tuabao, Thomas Tota, menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan bersama beberapa warga langsung menggali tumpukan tanah itu.

Hasil yang ditemukan dari galian itu sangat mengejutkan warga. Mereka menemukan kantong plastik warna biru dan hitam, berisi mayat/janin bayi. Kepala Desa Tuabao langsung menghubungi Pospol Talibura dan melaporkan kejadian tersebut.

“Atas kejadian tersebut, pelapor lalu mendatangi lagi SPKT Polsek Waigete dan melaporkan kejadian tersebut. Kejadian itu telah dituangkan dalam Laporan Polisi Nomor: LP/218/IX/2020/NTT/Res. Sikka/Sek Waigete tertanggal 16 September 2020,” pungkasnya.

Saat ini, pelaku sudah ditahan di Tahanan Mapolres Sikka guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. (ric)

Artikel ini telah dibaca 1277 kali

Baca Lainnya
x