News

Rabu, 19 Juni 2019 - 11:38 WIB

4 minggu yang lalu

logo

Filfridus Jiman (Foto: TeamYPF/Andre Kornasen)

Filfridus Jiman (Foto: TeamYPF/Andre Kornasen)

Tandatangannya Dalam Berita Acara Kesepatan Tapal Batas Matim-Ngada Jadi Sorotan, Ini Penjelasan Fil Jiman

Floreseditorial.com, Borong – Wakil ketua DPRD kabupaten Manggarai Timur (Matim) Filfridus Jiman membantah bahwa tandatangnya atas dokumen kesepakatan tapal batas yang dilakukan di Kupang pada 14 Mei lalu adalah representasi persetujuan lembaga DPRD atas kesepakatan tersebut.

Menurutnya, dokumen tersebut adalah dokumen berita acara rapat, bukan surat keputusan tentang batas antara kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Ngada.

“Itukan berita acara rapat, karena saya juga hadir rapat, makanya saja juga tandatangan,” kata Filfridus Jiman, Rabu (19/06) saat ditemui media ini diruang kerjanya di kantor DPRD kabupaten Manggarai Timur.

Kata dia, memang berita acara tersebut akan menjadi salah satu bahan pertimbangan oleh kementerian untuk penetapan tapal batas nanti.

Loading...

“Itu hanya menjadi salah satu bahan pertimbangan dan bukan keputusan,” tuturnya.

Kesepakatan tersebut, kata Fil Jiman, adalah kesepakatan atas presentasi materi yang disampaikan staf Kementrian dalam Negeri saat rapat tersebut.

“Bukan kesepakatan bahwa urusan tapal batas itu sudah final, ini masih lama, masih panjang prosesnya,” kata Fil Jiman.

Fil Jiman juga menyampaikan bahwa seyogyanya pansus tidak perlu dibentuk secara tergesa-gesa, mengingat masa jabatan sejumlah anggota DPRD di kabupaten Manggarai Timur yang hampir selesai.

Filfridus menginginkan agar dibentuk tim khusus terlebih dulu yang akan melakukan investigasi di wilayah – wilayah perbatasan.

“Hasilnya seperti apa, baru diputuskan dibentuk Pansus atau tidak, dan agenda tersebut nantinya akan dijalankan oleh anggota DPRD Manggarai Timur yang baru. Beberapa diantara kita yang lama inikan hampir selesai dari DPRD pada bulan Agustus mendatang, belum lagi agenda agenda lain yang harus segera dituntaskan,” kata Fil.

Meski demikian, Fil menghormati keputusan lembaga DPRD yang akan melakukan pansus atas sengkarut tapal batas antara kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Ngada.

Untuk diketahui, sebelumnya mantan anggota DPRD kabupaten Manggarai Timur Niko Martin menyebutkan bahwa sesungguhnya Pansus yang dibuat oleh anggota DPRD kabupaten Manggarai Timur adalah sebuah sandiwara untuk mengelabuhi masyarakat Manggarai Raya.

Ia menjelaskan bahwa pada awal informasi pembentukan Panitia Khusus (Pansus) oleh DPRD Manggarai Timur, sesungguhnya membuat masyarakat mengapresiasi lembaga wakil rakyat tersebut.

“Tetapi banyak yang belum diketahui masyarakat, bahwa DPRD juga telah mengambil bagian dalam menyepakati perjanjian tapal Batas pada tanggal 14 Mei kemarin,” kata Niko Martin, Selasa (18/06).

Menurut Niko, hal ini dibuktikan dengan adanya tanda tangan Wakil ketua DPRD kabupaten Manggarai Timur Filfridus Jiman dalam kesepakatan Perbatasan tersebut.

“Kehadiran wakil ketua DPRD kabupaten Manggarai Timur dan pembubuhan tanda tangannya dalam kesepakatan tapal batas tersebut adalah representasi lembaga DPRD kabupaten Manggarai Timur yang turut menyetujui perjanjian tapal batas,” kata Niko.

Niko menyarankan agar sebaiknya Pansus dibatalkan, karena sesungguhnya, kata Niko, pansus tersebut hanyalah upaya untuk mengelabuhi masyarakat saja.

Laporan : Andre Kornasen

Artikel ini telah dibaca 793 kali

Baca Lainnya