Tak Berkategori

Kamis, 1 November 2018 - 11:09 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Labuan Bajo (Foto: TeamYPF)

Labuan Bajo (Foto: TeamYPF)

Tarif Kapal Wisata di Labuan Bajo Perlu Diatur

FLORESEDITORIAL.COM, KUPANG – Kepala dinas Pariwisata dan kebudayaan (ParBud) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Dr. Marius Ardu Jelamu mendorong agar pemerintah daerah kabupaten Manggarai Barat segera mengeluarkan peraturan Bupati (PerBup) terkait tarif kapal wisata di Kabupaten Manggarai Barat.

Menurut Jelamu, tidak diaturnya tarif kapal wisata di kabupaten Manggarai Barat membuat para pelaku wisata mengeluarkan tarif yang bervariasi.

“Memang saat ini pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur sedang mendorong Pergub untuk mengatur semua itu, namun secara teknis, pemerintah kabupaten Manggarai Barat bisa mengaturnya melalui Peraturan Bupati” jelas Kadis Jelamu.

Selain itu, lanjut kepala dinas Pariwisata NTT itu, tujuan ditetapkan tarif bagi setiap kapal wisata yang beroperasi di Labuan Bajo adalah demi menghindari Negosiasi soal tarif

“Selama ini  negosiasi tarif marak terjadi di Pelabuhan karena tidak adanya keseragaman soal tarif dan itu akan sangat menggangu pasar,” jelasnya.

Jelamu menambahkan bahwa, mahalnya tarif kapal wisata yang ada di kabupaten Manggarai Barat sudah mulai dikeluhkan.

“Masih banyak orang Manggarai yang belum bisa ke pulau komodo karena mahalnya tarif,” tukasnya.

Untuk diketahui, hingga saat ini masih banyak masyarakat kota Labuan Bajo di kabupaten Manggarai Barat yang hingga saat ini belum pernah menginjakkan kaki di pulau komodo.

Meski jarak antara pulau komodo dengan kota Labuan Bajo tidak mencapai satu hari perjalanan jika menggunakan perahu atau kapal milik para pelaku wisata yang ada di Labuan Bajo, nyatanya sejumlah persoalan masih menjadi penyebab banyaknya warga ujung Barat pulau Flores itu belum menginjakkan kaki di Pulau itu.

Umumnya, besarnya kocek yang harus dikeluarkan menjadi persoalan utama.
Selain karena mahalnya biaya yang harus digelontorkan agar bisa berkunjung ke Pulau kebanggaan orang NTT itu, beberapa pertimbangan lain ternyata ditemukan media ini yang membuat banyak warga Labuan Bajo belum pernah berkunjung ke Pulau tersebut

Tanggal 22 dan 23 Oktober 2018 lalu, media ini telah mewawancarai 20 orang di pinggiran kota Labuan Bajo untuk mencaritahu apakah mereka sudah pernah ke pulau komodo atau belum.

Media ini berhasil mewawancarai 3 orang asal Dusun Wae Mata, 3 orang Asal Dusun Wae Nahi, 3 orang asal kampung Kaper, 4 orang Kampung Ujung, 2 orang Nanga Nae, 3 orang Warga Golo Koe dan 2 Orang Warga Serenaru.

Dengan pertanyaan

Apakah bapak/ibu sudah pernah ke pulau komodo?

Hasilnya sangat mengejutkan, dari 20 orang yang diwawancarai media ini, hasilnya cuma 6 orang yang menjawab sudah Pernah ke pulau komodo, sementara 14 orang lainnya menjawab Belum pernah ke pulau komodo.

14 orang yang menjawab belum pernah ke pulau komodo adalah 2 orang asal Dusun Wae Mata, 3 orang asal dusun Wae Nahi, 3 orang asal kampung Kaper, 1 orang asal Kampung Ujung, 1 Orang Warga Nanga Nae, 3 orang warga Golo Koe dan 1 orang warga Serenaru.

Kepada 14 orang yang belum pernah pergi ke Pulau komodo, media ini melanjutkan wawancara dengan pertanyaan

Apakah Bapak Ingin Ke Pulau komodo?

Hasilnya dari 14 orang yang menjawab belum pernah ke pulau komodo, 9 orang diantaranya menjelaskan sangat ingin ke Pulau komodo sementara 5 orang lainnya menyampaikan keinginannya ke Pulau komodo tetapi tidak memaksakan keadaan keuangan.

Apakah yang menyebabkan hingga saat ini bapak/ibu belum pernah ke Pulau Komodo, Padahal jarak antara kota Labuan Bajo dan Pulau Komodo tidak terlalu Jauh.

Dari 14 orang tersebut, 12 orang diantaranya menjelaskan bahwa mahalnya biaya untuk berkunjung ke Pulau komodo menjadi alasan utama mereka belum menginjakkan kaki di Pulau tersebut, sementara 2 orang lainnya menjelaskan bahwa mereka masih memiliki kesibukan lain sehingga belum sempat berlibur ke Pulau komodo.

Kepada 12 orang yang mengeluh akan besarnya biaya yang harus dikeluarkan jika ingin berkunjung ke oult komodo, media kembali mengajukan pertanyaan

Seandainya disediakan fasilitas penyebrangan antar pulau dengan tujuan pulau komodo dengan biaya yang relatif lebih murah apakah Bapak/ibu ingin menggunakan fasilitas tersebut?

Hasilnya, dari 12 orang yang diwawancarai tersebut, 9 orang menjawab sangat ingin menggunakan fasilitas tersebut, sementara 3 orang lainnya menjelaskan ingin menggunakan fasilitas tersebut dengan pertimbangan agar fasilitas tersebut tidak merusak ekosistem laut Labuan Bajo.

Sementara untuk 6 orang yang pernah ke Pulau Komodo, media ini mencoba bertanya dengan pertanyaan

Berapakah Biaya Yang Bapak/ibu keluarkan untuk menyewa kapal wisata untuk sekali berkunjung ke Pulau Komodo?

4 orang diantaranya menjawab mereka tidak mengeluarkan biaya, karena mereka menggunakan kapal Motor milik kenalan/keluarga mereka, sementara 1 orang lainnya menjelaskan bahwa dirinya sendiri harus mengeluarkan biaya sebesar Rp. 1,500.000 (Patungan bersama 4 anggota keluarga dan sahabatnya) untuk menuju kepulau komodo ditahun 2016. Sementara 1 orang lainnya mengaku dirinya sendiri telah mengeluarkan biaya sebesar Rp. 3.500.000. (Patungan bersama 3 anggota keluarga dan sahabatnya) ditahun 2017. (AK-FE)

Artikel ini telah dibaca 4833 kali

Baca Lainnya
x