Headline Kesehatan Nasional News

Rabu, 24 Juni 2020 - 21:14 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Tips Protokol Kesehatan Covid-19 oleh dr. Reisa Broto Asmoro. (Foto: Ist)

Tips Protokol Kesehatan Covid-19 oleh dr. Reisa Broto Asmoro. (Foto: Ist)

Tips Protokol Kesehatan Covid-19

Jakarta, floreseditorial.com – Dalam rangka mendukung upaya adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman covid-19, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, mengeluarkan aturan mengenai protokol kesehatan bagi masyarakat yang berkumpul di tempat umum. Dalam hal ini, tempat umum yang dimaksud meliputi pusat perbelanjaan, mall, pertokoan dan sejenisnya.

Tim Komunikasi Publik, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Dokter Reisa Broto Asmoro, mengatakan, panduan protokol tersebut tertuang dalam keputusan Menteri Kesehatan (Menkes) Nomor 382 Tahun 2020, tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum, dikeluarkan tanggal 19 Juni 2020.

Dalam surat keputusan tersebut, terdapat informasi penting bagi pengelola dan pengunjung pusat pembelanjaan, mulai pembatasan jumlah pengunjung, pemeriksaan suhu tubuh di semua pintu masuk pusat pembelanjaan dan aturan jam operasional, jam buka dan tutup mall.

“Jika ditemukan pekerja atau pengunjung dengan suhu melebihi 37,3 °C, pengunjung tidak diperkenankan masuk. Dan jika tidak memakai masker, tidak diperbolehkan masuk juga,” kata Dokter Reisa, di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Senin (22/6/2020).

Saat memeriksa suhu pengunjung, petugas wajib gunakan masker dan pelindung wajah/face shield dan harus didampingi petugas keamanan. Jarak antar etalase, antrean kasir, tangga eskalator dan lift juga diatur dengan batas minimal satu meter.

“Jarak saat mengantre diberi tanda di lantai minimal satu meter, seperti di pintu masuk kasir, lift, eskalator, dan membatasi jumlah orang yang masuk ke dalam lift dengan membuat penanda pada lantai lift,” jelas dr. Reisa.

Selanjutnya, masing-masing pengelola harus menerapkan pengaturan model transportasi dan mengoptimalkan ruang terbuka agar tidak terjadi kerumunan. Selain itu, dr. Reisa, mengatakan, pengelola wajib memberikan informasi tentang larangan masuk bagi pekerja dan pengunjung yang memiliki gejala merujuk covid-19.

“Pengelola diminta memberikan informasi larangan masuk bagi pekerja dan pengunjung yang memiliki gejala demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sesak nafas, atau punya riwayat kontak dengan orang yang terkena covid-19,” jelasnya.

“Bagi kita yang terpaksa dan penting sekali harus ke mall, tolong pastikan kita dalam kondisi yang sehat. Jika mengalami gejala seperti yang tadi sudah saya jelaskan, tetaplah berada di rumah dan segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila kondisi berlanjut,” imbuhnya.

Bagi pengunjung, Ia menyarankan selalu memakai masker dalam perjalanan ke dan dari mall dan selama berada di pusat perbelanjaan sejenisnya.

“Sering-sering cuci tangan pakai sabun dan air mengalir minimal 20 detik atau gunakan hand sanitizer. Hindari menyentuh area wajah, seperti di mata, hidung dan mulut, apalagi kalau belum cuci tangan. Tetap jaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain,” tambahnya.

Apabila pusat pembelanjaan mall atau pertokoan padat dengan aktivitas manusia, Dokter Reisa menganjurkan pengunjung tidak memasuki area dalam kondisi tersebut.

“Jangan dipaksakan. Cari alternatif tempat lain atau pilih opsi belanja online atau secara daring,” terangnya.

Selain itu, pedagang, pekerja maupun pengunjung, diminta tidak membawa sekelompok yang rentan, seperti ibu hamil, balita, anak-anak, lansia, dan penderita penyakit penyerta atau penyandang disabilitas terlibat ke dalam pusat pembelajaan.

Sebagaimana telah dijelaskan, protokol kesehatan tersebut diterbitkan sebagai upaya pencegahan penyebaran covid-19 dan memfasilitasi masyarakat yang beraktivitas kembali dalam situasi pandemi covid-19 namun mulai beradaptasi pada kebiasaan baru. Kendati protokol kesehatan telah diterbitkan, dr. Reisa, tetap mengajak masyarakat lebih bijak dalam berbelanja di tengah pandemi covid-19.

“Apabila resikonya terlalu tinggi dan Anda ragu, jangan lakukan. Tetaplah tinggal di rumah dan cari alternatif lain berbelanja,” pungkasnya. (*)

Artikel ini telah dibaca 322 kali

Baca Lainnya
x