News

Sabtu, 21 Maret 2020 - 17:58 WIB

1 minggu yang lalu

logo

Mgr. Siprianus Hormat,Pr

Mgr. Siprianus Hormat,Pr

Uskup Ruteng Instruksikan Hentikan Aktivitas Gereja, Misa Dilakukan Secara Online

Floreseditorial.com, Ruteng – Saat ini kita semua sedang dihantui bahaya penyebaran wabah virus Corona (Covid-19). Hingga saat ini keuskupan Ruteng belum masuk dalam kategori daerah terpapar.

Akan tetapi penyebaran virus ini sangat cepat dan susah dipantau. Karena itu semua pihak
dalam ketenangan dan tanpa rasa panik yang berlebihan, harus terlibat dalam upaya pencegahan penyebaran virus ini.

Melalui instruksi Pastoral, Uskup Ruteng Mgr. Siprianus Hormat,Pr menyampaikan agar semua wajib memperhatikan dan mematuhi dengan seksama protokol pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19) yang dikeluarkan Pemerintah.

Menurut uskup Siprianus, dalam rangka menghindari kerumunan, perayaan misa hari Minggu dan harian, kunjungan kelompok, katekese umat, rekoleksi, jalan salib, ibadat tobat masal, latihan koor, dan pembinaan pembinaan sakramen ditiadakan sejak sabtu (21/03/2020).

“Umat dapat mengikuti misa melalui radio Ntala Gewang (hari Minggu, pkl 07.00 dan harian pkl 06.00) dan misa-misa online dari pelbagai keuskupan,” kata Uskup Siprianus.

Sedangkan untuk misa pribadi dengan warga pastoran atau dalam komunitas kecil, pelayanan minyak suci, pengakuan pribadi, baptis darurat, komuni orang sakit, ibadat penguburan, dapat dijalankan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yakni memperhatikan Jarak sosial.

Uskup juga menghimbau agar melakukan salam damai tanpa jabat tangan dan ucapan tubuh Kristus dilakukan dalam hati saja

“Umat hendaknya tetap melaksanakan doa, ibadat, baca kitab suci dan jalan salib dalam keluarga. Secara khusus perlu mendoakan agar badai Virus Corona ini cepat berlalu dan kita
selalu dalam perlindungan Tuhan,” ungkap Uskup Siprianus.

Menurut uskup, paroki perlu bekerjasama dengan pemerintah desa dan kelurahan untuk mendata umat berdasarkan kategori pelaku perjalanan dari daerah terpapar.

Sementara sekolah-sekolah Katolik dari tingkat PAUD hingga Perguruan Tinggl mengikuti instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan anak anak asrama perlu dirumahkan.

“Sementara pelayanan perayaan Pekan Suci akan disampaikan kemudian pada waktunya.

Terkait perpanjangan masa berlakunya, kata uskup, akan dibuat setelah melihat perkembangan situasi umum yang terjadi dan akun diumumkan pada waktunya.

Laporan: Adrian Juru

Artikel ini telah dibaca 2668 kali

Baca Lainnya
x