Manggarai Manggarai Barat News

Senin, 18 Mei 2020 - 23:43 WIB

2 bulan yang lalu

logo

Wabup Manggarai Barat, drh. Maria Geong, Ph.D bertemu Sekda Manggarai,Drs. Fansi Aldus Jahang. (Foto: Adrian Juru)

Wabup Manggarai Barat, drh. Maria Geong, Ph.D bertemu Sekda Manggarai,Drs. Fansi Aldus Jahang. (Foto: Adrian Juru)

Wabup Maria Geong dan Sekda Fansi Jahang: “Tinggalkan Soal Batas Wilayah”

Floreseditorial.com, Ruteng – Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, Drs. Fansi Aldus Jahang menyatakan, dalam pertemuan dengan Wakil Bupati Manggarai Barat, drh. Maria Geong, kedua belah pihak bersepakat untuk tidak lagi membicarakan masalah perbatasan wilayah sebagaimana yang pernah menjadi polemik di tengah masyarakat beberapa waktu lalu.

“Tinggalkan itu soal batas wilayah,” tegas Sekda Jahang dihadapan Wakil Bupati Maria Geong, saat menggelar pertemuan bilateral antar kedua kabupaten di Aula Nuca Lale, Kantor Bupati Manggarai, Senin (18/5/2020). Kedua pejabat membahas topik seputar kisruh pembangunan posko dan portal covid-19 di wilayah perbatasan Manggarai dan Manggarai Barat yang sempat memanas, Sabtu (18/5/2020) pekan lalu.

Sekda Jahang menjelaskan, kedatangan Wabup Mabar Maria Geong hendak bertemu langsung Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, namun karena Bupati Deno dan Wabub Victor Madur sedang berada di luar kota yakni kunjungan kerja ke Kecamatan Reok, sehingga pertemuan belum dapat dilaksanakan.

Dalam pertemuan tersebut, Sekda Fansi Jahang dan Wabub Maria Geong membahas beberapa isu krusial seperti polemik keberadaan posko covid-19 yang dibangun Pemkab Manggarai di Weri Pateng, Desa Urang, Kecamatan Lelak, wilayah yang berbatasan langsung dengan Desa Wae Bangka, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat.

Ia mengatakan, pertemuan dilaksanakan dalam nuansa persaudaraan sejati dan berharap agar pemerintah kedua kabupaten dapat bersama-sama mengambil langkah-langkah nyata dalam suasana persaudaraan sehingga relasi kekerabatan sejati, tetap terjaga dan terpelihara.

Baik Sekda Jahang maupun Wabup Maria Geong mengajak masyarakat Manggarai dan Manggarai Barat agar tidak mempersoalkan batas wilayah. Sebaliknya, kedua pihak akan menjalin kerjasama lebih erat terkait penanganan dan pencegahan penyebaran covid-19.

“Tinggalkan itu soal perbatasan wilayah. Kita sudah sepakati, posko itu akan jadi milik bersama yakni Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat,” tegas Fansy usai pertemuan dengan Wabub Maria Geong.

Sementara itu kedua belah pihak juga bersepakat untuk merevisi surat instruksi Bupati Manggarai, Deno Kamelus yang mewajibkan pelaku perjalanan menggunakan surat keterangan rapid test dan ketentuan lainnya. Terhadap kesepakatan itu Sekda Jahang, mengatakan pihaknya akan merevisi surat instruksi Pemkab Manggarai sesuai situasi dan kondisi real seperti ketersediaan alat rapid test.

“Surat itu nanti kita revisi lagi. Sampai hari ini jumlah rapid test yang tersedia memang terbatas hanya 2.000 lebih. Jika tidak ada hambatan, stok logistik covid-19 akan ditambah”, kata Sekda Jahang.

Secara terpisah, Wakil Bupati Manggarai Barat, drh. Maria Geong enggan berkomentar ketika ditemui awak media. Wabub Mabar meninggalkan Kantor Bupati Manggarai, selanjutnya menuju Istana Keuskupan Ruteng.

“Maaf ya, nanti sebentar saja. Tunggu dengan Pak Bupati saja,” jawab Maria singkat.

Penulis: Adrian Juru
Editor: Robert Perkasa

Artikel ini telah dibaca 1610 kali

Baca Lainnya
x