Cheap NFL Jerseys From China Cheap Jerseys Wholesale Jerseys

News

Kamis, 10 September 2020 - 21:44 WIB

2 minggu yang lalu

logo

Direktur Wahana Tani Mandiri Kabupaten Sikka, Carolus Winfridus Keupung, memberikan bantuan beras kepada salah satu warga Desa Done yang selama ini mengkonsumsi ubi hutan beracun. (Foto: Yeremias Y. Sere)

Direktur Wahana Tani Mandiri Kabupaten Sikka, Carolus Winfridus Keupung, memberikan bantuan beras kepada salah satu warga Desa Done yang selama ini mengkonsumsi ubi hutan beracun. (Foto: Yeremias Y. Sere)

Warga Done Konsumsi Ubi Beracun, WTM Beri Bantuan Beras

Sikka, floreseditorial.com – Sebanyak 27 Kepala Keluarga (KK) yang sebulan belakangan mengkonsumsi ubi beracun sebagai pengganti makanan pokok lantaran gagal panen di RT.10/RW.04, Desa Done, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapatkan bantuan masing-masing satu karung beras dari Wahana Tani Mandiri (WTM) Kabupaten Sikka, Kamis (10/9/2020).

Direktur WTM Kabupaten Sikka, Carolus Winfridus Keupung, mengatakan, 27 KK ini sudah kehabisan bahan pangan dan harus mengkonsumsi ubi hutan. Pihaknya memberikan bantuan beras agar warga tersebut tidak makan ubi beracun lagi.

“Ke-27 KK ini merupakan petani ladang yang selama ini menamam padi dan jagung. Namun sayangnya, dengan perubahan cuaca, iklim dan hama penyakit, membuat para petani mengalami gagal panen,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi yang dialami warga itu sudah sangat darurat. Mereka sudah kehabisan bahan pangan, sehingga mulai merambah hutan dan mengambil ubi hutan untuk dikonsumsi. Ubi hutan itu mengandung racun, tetapi terpaksa harus dikonsumsi oleh warga.

“Sangat miris karena pertanian kita itu anjlok. Ini harus menjadi tanggung jawab bersama, khususnya Dinas Pertanian dan Pemerintah Kabupaten Sikka. Bukan hanya menanggulangi secara darurat, tetapi harus menata ulang secara baik pertanian kita untuk jangka panjang, agar kita tidak menemukan lagi warga yang mengalami kelaparan ataupun rawan pangan seperti ini,” jelas Winfridus ketika ditemui floreseditorial.com disela-sela kegiatan itu.

Kedepan, pihaknya akan mengupayakan pendampingan bagi para petani di desa untuk meningkatkan hasil pertaniannya. Selain itu, akan dilakukan juga pengembangan ternak ayam.

“Ini menjadi pilihan agar masyarakat tani bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Kondisi yang dialami sebagian warga ini memang membutuhkan respon cepat, selain dengan target jangka panjang yang sedang diupayakan,” ungkapnya.

Dikatakannya, dari sisi kemanusiaan, kita melihat makanan yang mereka makan ini sebenarnya tidak layak untuk dikonsumsi oleh manusia, karena ubi hutan merupakan bahan yang digunakan untuk pestisida organik dan sangat beracun. Hal ini harus mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. (ric)

Artikel ini telah dibaca 475 kali

Baca Lainnya
x